Ditetapkan Tersangka, Kades Majatra Joko Waluyo Ditahan di Lapas Kelas III

SWARNANEWS.CO.ID, PANGKALANBALAI |Kades Majatra Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Joko Waluyo ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan pengelapan swadaya msayarakat  dalam kegiatan pembuatan lampu jalan.

Dia langsung ditahan dan dititipkan di Lapas kelas III Banyuasin setelah sempat diperiksa selama dua jam oleh penyidik Pidum Kejari Banyuasin, Selasa (13/3).

Kasi Pidum Kejari Banyuasin Aka Kurniawan SH mengatakan penahanan Kades Majatra Joko Waluyo ini terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pengadaan lampu jenis cobra, dengan kerugian Rp77 juta yang merupakan dana milik masyarakat untuk keperluan pribadi.

“Cukup bukti termasuk keterangan saksi ahli kelistrikan dari Dinas Pertambangan Banyuasin. Maka dia kita tahan dan dijerat dengan pasal 372 dan 378 dengan ancaman hukuman  4 tahun,”jelasnya.

Dilanjutkan Aka, kasus penipuan ini merupakan limpahan dari Polres Banyuasin dan penyidik Ferdi bisa menyelesaikan berkasnya dalam satu tahun ini.

” Jabatan Kades  untuk sementara dinonaktipkan karena di bawah 4 tahun. Dia langsung kita tahan dititipkan di lapas kelas III Banyuasin,”tandasnya.

Jauh sebelumnya sempat terjadi aksi demo masyarakat, menuntut
Kepala Desa Majatra Primer 3 Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Joko Waluyo mundur dari jabatannya. Tuntutan itu disampaikan ratusan warga Desa Majatra Primer 3 saat aksi unjuk rasa di kantor Kepala Desa setempat.

Dalam orasinya warga menyampaikan ada beberapa tindakan Kades yang merugikan rakyat, yakni melakukan tindak pidana korupsi bantuan Gubernur,Mark Up pengadaan lampu jalan dan menjual tanah warga. “Kami minta Kades mundur dari jabatannya,karena telah melakukan tindak korupsi,mark up dan menjual tanah warga,”kata Korlap Ramdani.

Diterangkan Ramdani,sejak menjabat Kades Majatta sekitar 1,5 tahun,Kades Joko dinilai telah melakukan banyak penyimpangan diantaranya yakni bantuan Gubernur senilai Rp 33 juta. Kades juga telah melakukan mark up pengadaan lampu jalan dengan meminta uang kepada warga sebesar Rp400.000 per Kepala Keluarga. “Kades juga menjual tanah milik warga seluas satu hektar,”katanya didampingi para warga.

Tidak hanya itu,  dalam menjalankan tugasnya Kades JW dinilai sangat arogan dan tidak pernah koordinasi dengan perangkat desa lainnya dan mengambil keputusan berdasarkan keinginan sendiri.

Editor: Sarono PS

Sumber: Detiksumsel

   

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait