Dua Oknum Anggota Polres OKU Timur Dipecat, Ini Sebabnya

SWARNANEWS.CO.ID, MARTAPURA | Dampak dari perbuatan yang sudah berlebihan, serta diduga  lterlibat dalam penyalahgunaan Narkoba. Sementara sudah berulang kali diingatkan, dua oknum Aggota Polri yang berdinas di Polres OKU Timur, diberhentikan dengan tidak hormat atau dengan kata lain dipecat.

Kedua oknum polisi nakal yang terpaksa dicopot dari institusi Polri itu, berinisial Brigadir AG, dan Briptu DK.

Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon, SIK, M H memimpin upacara PTDH dua oknum anggota Polri di Polres OKU Timur.
Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua personil Polres OKU Timur Brigadir AG dan Briptu DK, dilaksanakan pada Selasa (23/03/2021). Di halaman lapangan Upacara Polres OKU Timur, dipimpin Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon, SIK, M H, dihadiri oleh Kabag, kasat , Kapolsek seluruh perwira dan personil Polres.

“Kita sudah menyaksikan, dengan sangat terpaksa melepaskan dua personel kita berpangkat Brigadir dan Briptu. Kedua personel harus diberhentikan dengan tidak hormat. Tentunya apa yang dialami personel tersebut bukanlah hal yg membahagiakan dan membanggakan bagi kita sebagai pimpinan. Kita sangat merasa prihatin dengan keadaan ini,” terang Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon, SIK, MH.

Peristiwa yang terjadi ini merupakan pil pahit yang harus dirasakan. Harus melepaskan personel dari instansi Polri ini bukanlah akhir dari segalanya bagi beberapa personel yang harus mengalami PTDH

“Ini merupakan hal maupun keadaan terpaksa yang harus kita lakukan. Kita cinta dan sayang kepada anggota kita, akan tetapi kita lebih cinta terhadap institusi Polri. Kita harus menjaga nama baik instansi Polri,” ungkap Dalizon.

Perbuatan personel tersebut sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan. Apa yang dilakukannya sudah lebih dari tiga kali, melakukan perkara atau perbuatan yang sangat tidak layak. Dan ini harus menjadi perhatian bersama, baik itu personil maupun pimpinannya. Secara berjenjang harus memperketat pengawasan dan perhatian, buat sistem dan kerjasama kedua pihak harus menjaga seluruh ketentuan dan peraturan kode etik.

“Karena yang bersangkutan sudah berkali-kali diberi peringatan dan hukuman. Bahkan sidang sudah diganjar, dan diberi SKHD, Surat Keputusan Hukum Disiplin. Bahkan yg bersangkutan sudah dibina melalui program Kapolda (Mang Pedeka Jero) di Palembang. Yang berguna bagi pengguna Narkoba di Kepolisian. Mereka dibina dan direhab untuk berhenti mengkonsumsi Narkoba. Demi kebaikan personal itu keluarga maupun organisasi Polri. Program ini sangat baik untuk memberikan kesempatan agar personil yang terlibat, ke depannya bisa bertobat baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari. Dan tidak mengkonsumsi Narkoba lagi. Akan tetapi yang bersangkutan masih melakukan itu,” ucapnya.

Pemberhentian tersebut, sesuai dengan Skep Kapolda Sumsel Nomor Kep/178.181/III/2021. Pasal yang dilanggar oleh personel tersebut Pasal 13Ayat(1)PP 1 nomor 1 Tahun 2003 Jo Pasal 23 Ayat(3)huruf d atau Pasal 11huruf c Perkap nomor 14 Tahun 2011. (*)

Teks: fedyan/riil
Editor: maya

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait