Dukung Program Pemerintah, BP JAMSOSTEK Data pekerja Penerima Subsidi Upah

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG – Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Sumbagsel, Arief Budiarto sangat

mendukung program bantuan penerima subsidi upah dari Pemerintah Pusat, dengan syarat pekerja tersebut terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Program yang dicanangkan pemerintah ini merupakan nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BP Jamsostek. Selain mendapatkan perlindungan, para pekerja juga mendapatkan jaminan kecelakaan kerja, kematian, hari tua dan jaminan pensiun,” katanya, Rabu (12/8/2020).

Selain mendukung, pihaknya juga akan menyiapkan data yang menjadi persyaratan dengan cara menyisir data peserta aktif katagori penerima upah / pekerja formal dengan upah dibawah Rp 5 juta per bulan berdasarkan data upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat di BPJS Ketenagakerjaan.

“Data itu tidak termasuk data pekerja yang bekerja di induk perusahaan BUMN, Lembaga Negara, Instasi Pemerintah, sedangkan Non ASN berhak dapat subsidi atas program ini,” jelasnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, dari lima provinsi di Wilayah Sumbagsel, kami telah melakukan penyisiran data dengan nama, alamat maupun NIK untuk peserta aktif yaitu sebesar 893.778 tenaga kerja (data: 30 Juni 2020). Dimana progress pemutakhiran nomor rekening tenaga kerja sudah mencapai 25% atau sebesar 222.053 (data 12 Agustus 2020, Jam 10.00 WIB),” jelasnya.

Diungkapkan Arief, pihaknya bawah Jajaran Wilayah Sumbagsel telah menginformasikan kepada perusahaan, untuk melengkapi data nomor rekening pekerja yang upahnya dibawah Rp 5 juta sesuai yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi nantinya perusahaan masing- masing melaporkannya, termasuk menyerahkan rekening tenaga yang bersangkutan. Tapi ingat, rekening harus yang bersangkutan, tidak boleh atas nama orang lain,” ucapnya, seraya bantuan uang tunai itu yang didapat Rp 600 ribu untuk 4 bulan yang ditransfer 2 bulan sekali.

Arief menambahkan, bahwa pelaksanaan program ini memerlukan peran serta semua pihak serta peran aktif para pelaku usaha. Bahkan dirinya meminta agar perusahaan tertib dalam pembayaran iuran, salah satunya dengan melaporkan upah pekerja atau bagi yang belum mendaftarkan tenaga kerjanya ke BPJAMSOSTEK dapat segera didaftarkan.

“Saya rasa momentum ini, dapat kita jadikan sebagai momentum transformasi baik transformasi ekonomi maupun transformasi karakter, sebagai Warga Negara yang baik untuk mematuhi regulasi. Dimana perusahaan wajib mendaftarkan pekerjanya ke BPJAMSOSTEK dan bagi para pekerja ini adalah hak mereka untuk mendapatkan perlindungan,” tandasnya.

Dilanjutkan Arief, dengan adanya program ini pihaknya menghimbau, agar perusahaan segera melengkapi dan melaporkan nomor rekening, para pekerja dan juga melakukan pengecekan atau validasi apakah upah pekerja tersebut benar dibawah Rp 5 juta, mengingat batas waktu hingga 25 Agustus.

“Kami juga membutuhkan peran serta semua pihak agar bantuan ini tepat sasaran dan bermanfaat bagi kita semua. Sekali lagi kami BPJAMSOSTEK menyambut baik program bantuan penerima subsidi upah dan siap melaksanakan amanh ini dengan sebaik baiknya,” pungkas Arief.

Teks : Iwan
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait