GoRitel dan Perkuat Agen, Langkah Pertamina Hadapi Pandemi

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pertamina Marketing Operational Regional 2 Sumbagsel akan melakukan beberapa langkah untuk menjaga ketahanan energi saat pandemi masih melanda. setidaknya ada beberapa langkah strategis akan dilakukan.

Manager Media & Stakeholder Management Sub Holding Commercial & Trading, Murti Dewi Hani mengatakan, langkah setrategis yang akan dilakukan adalah melakukan go ritel. langkah ini sangat perlu dilakukan agar ketahanan energi bisa dilakukan sampai ke pelosok desa dan kelurahan.

go ritel yang akan dilakukan yakni dengan memperluar area cakukan pertashop. Pertashop merupakan penjualan BBM skala kecil dengan melibatkan pengusaha kecil di desa. pertashop menyediakan aneka jenis BBM non subsidi. setiap gerai pertashop menyalurkan sekitar 2.300 bbm setiap hari. itu bisa langsung diisi ketika stok sudah habis. “Sejauh ini angka penjualan bbm via pertashop diatas 2 ribu KL perhari,” jelasnya.

Selain go ritel dalam bentuk penguatan pertashop, pertamina juga akan memperluas jaringan agen LPG yang PSO atau subsidi sampai pelosok. “Targetnya setiap satu desa atau kelurahan tersedia satu agen LPG subsidi,” terangnya.

ia mengatakan, adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat Pandemi Covid-19, tidak berdampak terhadap kegiatan distribusi BBM dan LPG yang masuk ke dalam sektor kritikal/krusial, sehingga operasional berjalan normal tentunya dengan penerapan sejumlah protokol kesehatan (prokes).

“Secara umum jika PPKM diperpanjang hingga kuartal ketiga tahun ini, maka konsumsi BBM dan LPG hingga akhir tahun diprediksi akan turun sebesar lima persen,” tambahnya saat paparan di sela kegiatan Media Gathering.

Meski saat ini Pandemi dan diterapkan PPKM tapi dipastikan ketahanan energi aman karena Pertamina tetap berproduksi dan mendistribusikannya ke SPBU juga Agen LPG seperti biasanya dengan jam operasional normal dengan tetap berpedoman pada sejumlah prokes.

Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan mengatakan distribusi BBM dan LPG untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha berjalan normal, stok juga dalam kondisi aman.

“BBM dan LPG disalurkan sesuai dengan kebutuhan dan untuk produk subsidi dan penugasan disesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan Pemerintah,” ujar Umar.

Sementara, Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju, Siti Rachmi Indahsari memastikan operasional Kilang Pertamina Plaju berjalan seperti biasa tetap beroperasi 24 jam non stop namun diatur pola kerjanya sekaligus dipastikan seluruh pekerja tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kondisi pandemi seperti saat ini, Rachmi juga menyampaikan bahwa pola _supply crude_ (minyak mentah) juga tidak mengalami perubahan, tetap dikirim dari lokal domestik sekitar wilayah Sumbagsel melalui pipanisasi serta mekanisme _Ship to Ship_ untuk sumber _crude_ lainnya.

Saat ini, Rachmi menambahkan kapasitas produksi Kilang Pertamina Plaju mencapai hingga 85 MBCD.

“Stok _crude_ untuk produksi aman dan berapa pun kebutuhan masyarakat kita siap produksi. Dan kita patut pula bersyukur lokasi Kilang Pertamina Plaju ini termasuk strategis sehingga kebutuhan berapapun dapat kita _supply_ dengan segera,” ujarnya.

Media Gathering Pertamina ini juga membahas berbagai capaian yang telah diraih Kilang Pertamina Plaju yakni konsistensi Pertamina membangun energi baru terbarukan yang ramah lingkungan dengan terbukti telah diraihnya delapan kali Proper Hijau. Tahun ini menargetkan membawa pulang PROPER Emas.

“Tak lupa kami juga mohon doa dan dukungan dari semua pihak termasuk kawan-kawan jurnalis, agar terus mendoakan Kilang Pertamina Plaju dapat beroperasi aman, handal dan lancar guna menghasilkan energi terbaik untuk negeri,” ujarnya. (*)

Teks: ilham
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait