Harga Gas Mencapai US$ 6, Itu Masih Tinggi

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pupuk NPK Pusri (non subsidi) adalah pupuk majemuk yang mengandung unsur hara N (Nitrogen), P (Phospat), dan K (Kalium) yang sangat berguna untuk tanaman.

Bahan baku utama yang digunakan adalah urea produksi Pusri, Rock Phosphate, dan KCl. Keunggulan teknologi Pabrik NPK Fusion adalah fleksibilitas untuk dapat memproduksi berbagai macam formula dengan biaya investasi yang rendah.

Direktur utama PT Pupuk Sriwijaya, Mulyono Prawiro mengatakan, saat ini Pupuk NPK sudah memproduksi sebanyak 110 ribu ton. “Untuk kedepannya nanti sedang membangun 200 ribu ton yang akan diresmikan oleh ibu menteri,” ujarnya.

Selanjutnya, pupuk NPK ini akan dikembangkan terus, karena dalam kebutuhan pasar itu sangat besar terutama untuk perkebunan dan pertanian.

“Pasar-pasar NPK saat ini sudah ada di Sumsel, dan nantinya akan merambah ke Lampung serta daerah-daerah di pulau Sumatera,” paparnya.

Sementara itu, soal harga gas pemerintah harus bisa memperhitungkan, karena saat ini mencapai harga US$ 6 dollar. Harga tersebut masih sangat memberatkan para industri-industri pupuk.

“Untuk idealnya sendiri secara hitung-hitungan permintaan industri (PT Pusri) itu bisa US$ 3-4. Karena dana tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan pabrik-pabrik yang sudah tua untuk dapat digantikan,” harapnya.

“Porsi cost untuk gas dalam operasional pabrik bisa mencapai 70 persen, itu sangat besar sekali,” pungkasnya.

Teks : Herwanto
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait