Harga Meroket Stok Logam Mulia Kosong

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Harga logam mulia atau emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), hari ini Rabu (8/1/2020) berada di angka Rp 799.000/gram. Harga ini tercatat naik Rp 15.000/gram dari posisi sebelumnya. Harga tersebut tercatat paling tinggi, dalam satu windu terakhir. Sementara untuk stoknya sendiri di Palembang sedang kosong karena tingginya permintaan.

Harga emas tercatat naik terus sejak akhir Desember 2019 lalu. Harga emas Antam terpantau merangkak naik sejak 26 Desember 2019 yang dijual di level Rp 758.000/gram.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini, juga ikut melonjak Rp 14.000 ke harga Rp 714.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Perang dagang Amerika dengan Iran membuat minyak mentah bergejolak yang berdampak dengan kenaikan harga emas yang meroket tinggi, dan menjadi harga emas tertinggi selama tujuh tahun terakhir.

“Banyak faktor yang mempengaruhi harga emas mulai dari suhu politik dalam dan luar negeri, suplai dan permintaan, suku bunga dan sentimen pasar,” ujar Marketing Refresentative Antam Palembang, Imam Sutarwoko.

Imam mengatakan, stok logam mulia saat ini kosong dan baru akan ada akhir Januari. Stok kosong sejak akhir Desember mulai dari pecahan 0,5 gram hingga 25 gram. Logam mulai yang ada hanya ukuran 500 gram. “Stok kosong karena memang biasanya akhir tahun dan awal tahun pabrik pengolahan emas PT Antam tengah dilakukan perawatan mesin sehingga belum memproduksi,” katanya

Ditambahkan Imam, sejak tiga hari terakhir harga emas naik rata-rata Rp 8 ribu per gram. Saat ini harga logam mulia Antam dibandrol Rp 793 per gram atau selisih Rp 6 ribu dengan harga Antam di Jakarta.

Ditambahkan imam sebenarnya kekosongan stok barang sudah terjadi sejak pertegahan Desember 2019 lalu, hampir seluruh ukuran sold out.

Imam mengatakan saat ini kesadaran masyarakat untuk berinvestasi pada emas semakin bagus terbukti dengan semakin banyaknya masyarakat yang membeli emas.

Tahun lalu Antam berhasil menjual emas 209 kilo atau over sembilan kilo. Tahun ini Imam mangatakan bisa saja ada kenaikan target penjualan 10-15 persen dari tahun lalu. “Kita tahun lalu melampaui target dengan penjualan mencapai 209 kilogram emas, dengan penjualan tertinggi terjadi dibulan Mei sebanyak 25.9975 gram, September 25.8585 gram dan di Juni 24.9820 gram,” jelasnya

Pantauan dari butik Antam terlihat sejumlah konsumen yang akan datang terpaksa pulang karena logam mulia yang akan dibeli kosong. Ada pula yang beralih membeli Dinar dan Dirham, serta logam mulia seri batik karena stok logam mulia batangan kosong.

“Akhir tahun biasanya pekerja mendapat bonus atau pengusaha ingin investasi emas tapi saat ini stoknya kosong sehingga kita alihkan ke stok yang ada yakni Dirham dan Dinar atau bangkas,” kata Imam. (*)

Teks: ilham
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait