Heboh, Dianggap Melanggar SOP 11 Pendaki Dempo di Blacklist

SWARNANEWS.CO.ID, PAGARALAM | Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) melakukan blacklist/mencoret 11 pendaki Gunung Api Dempo (GAD) yang dianggap Ilegal dan melanggar Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) Pendakian yang telah ditetapkan Brigade.

Menurut Ketua Brigade Arindi, mengatakan, 11 orang pendaki tersebut 3 orang diantaranya adalah pendaki asal Kota Pagaralam dan 8 orang pendaki lainnya adalah dari Provinsi Bengkulu.

Arindi juga menerangkan, pada 29 Desember 2020 lalu, mereka melakukan registrasi di posko Brigade yang ada di Kampung IV, dan totalnya 6 orang dengan tujuan hanya untuk camping (berkemah) di Kampung IV.

“Rupanya mereka ini nekat melakukan pendakian ke GAD, yang pada tanggal tersebut jalur pendakian ditutup berdasarkan imbauan Polres Pagaralam,” jelas Arindi, Sabtu (9/1/2020).

Ketahuan 11 orang ini melakukan pendakian pada 31 Desember 2020. Mirisnya lagi jumlah yang mendaki ternyata tidak sesuai dengan jumlah yang mengisi registrasi di Posko Brigade.

“Yang melapor 6 orang, ternyata jumlahnya ada 11 orang mendaki,” tegasnya.

Informasi ini ketahuan setelah ada orang tua salah satu dari mereka melapor ke posko Brigade, bahwa anaknya sudah beberapa hari tidak pulang dan memberikan kabar bahwa anaknya sudah berada di Shalter I dan II jalur pendakian minta untuk dievakuasi.

“Atas laporan itu Brigade langsung membagi tim menjadi dua untuk melakukan evakuasi,” ucap Arindi.
Saat tim berbagi tugas, kata Arindi, terdengar kabar ternyata mereka turun lewat jalur Tugu Rimau yang merupakan bukan jalur resmi Dempo (ilegal).

“Brigade kembali menerjunkan tim ketiga untuk menjemput 11 orang tersebut di Tugu Rimau. Ternyata benar kalau mereka ada di sana,” jelasnya.

Menyikapi kejadian ini Arindi menegaskan, apa yang sudah dilakukan oleh 11 orang pendaki ini tidak hanya melanggar peraturan yang ditetapkan Brigade, namun juga sudah tidak mengindahkan imbauan Polres Pagaralam.

“Sebagai sanksi dan tindakkan tegas, 11 orang ini dicoret, tidak boleh melakuan pendakian selama 2 tahun terhitung 5 Januari 2021 sampai 5 Januari 2023,” pungkasnya.

Teks : Reri Alfian

Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait