Hitungan Matematis Petahana Hero di Atas Angin

SWARNANEWS.CO.ID, PALI| Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) nampaknya mesti sedikit bersabar menantikan pemimpin defenitif hasil Pilkada Serentak 2020 yang lalu.

Pasalnya, MK mengabulkan gugatan Paslon 01 (DH-DS) dan memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 4 TPS yang berada di wilayah Kecamatan Penukal Utara dan Penukal.

Jelang hitungan hari pelaksanaan PSU (21 April_red) sejumlah pihak berpendapat, jika PSU Pilkada PALI tak mesti menjadi sesuatu hal yang terlalu disesalkan.

“Justru masyarakat PALI harus bersyukur dengan adanya PSU ini. Karena ini akan menambah legitimasi kedudukan seorang pemimpin di mata masyarakatnya terlepas siapapun yang nantinya keluar sebagai pemenangnya. Kedudukan legitimasi ini amat penting bagi seorang pemimpin,” ujar Forum Demokrasi Sriwijaya, Bagindo Togar Sabtu (17/04/21).

Lanjut Bagindo, ada banyak hal dampak positif bagi Kabupaten PALI, salah satunya selain merupakan suatu ujian atau pelajaran bagi KPU dalam penyelenggaraan pemilu untuk benar-benar memperhatikan instrumen di bawahannya, juga PALI akan menjadi perhatian dari para pegiat, akademisi, pemerhati politik dalam menganalys kehidupan berdemokrasi.

Bagindo mengulas, petahana seakan berada di atas angin untuk memenangkan PSU ini. Pasalnya, di kubu penantang (01) harus menang di atas 70% dari 4 TPS yang akan digelar PSU.

“Apalagi dua TPS di Air Itam merupakan basis dari 02. Selain itu DPT di dua TPS tersebut adalah terbesar dari dua TPS lainnya. Jadi analysis saya Air Itam akan menjadi kunci dari PSU ini,” ungkapnya.

Bukan barang mustahil penantang akan mematikan mesin andai dirasa tak mampu menguasai atau bersaing di dua TPS di Air Ritam yakni, TPS 09 dan 10.

“Bisa jadi, jika tak mampu bersaing di Air Itam. Karena kemenangan di TPS lainnya tidak bisa mengejar 566 perolehan suara yang saat ini dikantongi oleh 02,” pendapatnya.

Ketua KPU PALI, Sunario SE., mengatakan, total ada sebanyak 1549 DPT di empat TPS yang akan digelar PSU. Jumlah tersebut akumulasi dari DPTB dan DPTH maupun yang golput Pemilukada lalu.

“Rinciannya, TPS 6 Desa Tempirai berjumlah 362, TPS 8 Desa Babat berjumlah 343, TPS 9 Air Itam 454, dan TPS 10 Air Itam berjumlah 390,” papar Sunario (17/04/21).

Untuk diketahui, jika dijumlahkan TPS 09 dan 10 Air Itam yang merupakan basis petahana Pilkada 9 Desember lalu berjumlah 844 DPT. Dimana, Paslon nomor urut 02 dari dua TPS ini meraih 534 suara. Sementara, Paslon 01 hanya meraih 243 suara.

Sementara, di TPS 6 Tempirai dan TPS 8 Desa Babat yang merupakan basis 01 (DH-DS) pada Pilkada lalu total berjumlah 705 DPT. Pada dua TPS ini, Paslon 01 meraih 319 suara. Sementara, 02 meraih 220 suara.

Argumentasi petahana di atas angin semakin mencuat di kalangan publik Kabupaten PALI. Apalagi sejumlah Parpol pendukung, seperti misalnya PDIP dikabarkan telah membuka posko di daerah yang akan digelarnya PSU.

Teks : Sangkut

Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait