Ini Lanjutan Drama Gagang Sapu Hantam Kepala Murid SD

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN – Seorang guru adalah teladan bagi murid-muridnya. Apa yang sering dilakukan guru sering dicontoh dan dipraktekkan murid-murid di Rumah maupun dilingkungan tempat mereka tinggal. Apa jadinya jika guru memberikan contoh kekerasan dalam mendidik anak didiknya?

Diberitakan sebelumnya, Rabu (13/04/2021), malang nasib salah satu siswa SD Negeri 1 Banyuasin III, berinisial CA. Ia diduga menjadi korban emosional guru didiknya, oknum guru berinisial AR menggunakan gagang sapu dengan cara dilempar dan mengenai kepala korban CA. Serta mengenai kelopak mata korban hingga mengalami luka lebam.

Orang tua korban CA, inisial RD menjelaskan bahwa anaknya CA tidak seperti biasanya. Saat dijemput pulang sekolah CA tidak ada di depan gerbang sekolah. Biasanya saat jam pulang sekolah CA selalu ada di depan gerbang sekolah itu.

“Ini pak setiap waktu pas jam pulang sekolah saya cari-cari anak saya untuk saya jemput pulang. Tapi waktu itu, anak saya tidak ada di tempat. Saya tanya dengan teman sekelasnya bahwa korban tadi matanya memar lalu kata teman sekelasnya, akibat dilempar gurunya menggunakan gagang sapu oleh oknum guru inisial AR,”ujar RD.

Korban CA pun mengaku dirinya dilempar gagang sapu oleh guru yang berinisial AR. Mulanya pada saat jam pelajaran sekolah berlangsung, teman si korban ini sedikit nakal. jadi guru yang berinisial AR ini menegur dengan cara melempar gagang sapu dan akhirnya mengarah mengenai salah satu anak didiknya korban CA.

Keluarga dari pihak korban menyayangkan oknum guru yang berinisial AR sampai hari ini tidak mengakui bahwa dia yang melemparkan gagang sapu tersebut, padahal pihak keluarga juga sebenarnya ingin melalui jalur damai tapi oknum guru masih belum mau mengakui perbuatannya. Hingga orang tua korban menjadi kesal dan melaporkan oknum guru tersebut ke pihak yang berwajib.

Sehingga pada hari Rabu 13 Oktober 2021 keluarga CA mendatangi SPKT Polres Banyuasin untuk membuat laporan atas perbuatan oknum guru atas luka lebam di mata CA. Hal ini mengacu kepada perlindungan Anak anak UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan dan pasal 80 UU perlindungan anak Nomor 23 tahun 2002. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait