Ini Pentingnya MCU Stroke, Layanan yang Kini Dibangun RSMH Palembang

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG – Diketahui, Penyakit Stroke salah satu penyakit mematikan di Indonesia. Jika sudah terkena, pasien akan mengalami dua hal, kecacatan atau meninggal dunia.
Nah, sebelum terkena penyakit tersebut, ada baiknya mengenali faktor resiko stroke guna mencegah menjadi berat.

Kini, Rumah Sakit dr Moh Hoesin atau RSMH Palembang sudah memiliki layanan Medical Check Up (MCU) Stroke.

Kepala KSM Neurologi/ Ketua Operasional Layanan MCU Stroke dr Achmad Junaidi SpS (K) MARS di dampimgi Direktur Medik dan Keperawatan dr Paryanto SpOH MARS menjelaskan mengenai layanan MCU Stroke ini.

Untuk layanan stroke RSMH Palembang sudah paripurna dalam artian sudah lumayan lengkap.

“Di RSMH untuk layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi), khususnya stroke sudah paripurna pelayananya. Mulai dari penyumbatan pembuluh darah hingga operasi buka kepala sudah bisa dilakukan. Nah sekarang kami sedang fokus untuk pencegahan,” jelas Junaidi.

Jika seseorang telah menderita penyakit stroke, maka berpotensi alami cacat ataupun meninggal.
“Kami berusaha mencegah supaya orang yang beresiko terkena stroke diketahui sejak dini,” katanya lagi.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan pada MCU Stroke ini meliputi pemeriksaan anamnesis atau tanya jawab ke pasien, riwayat penyakit dari keluarganya, pola hidupnya apakah merokok atau tidak, dan lain-lain.

Lalu, dilakukan pemeriksaan darah, kolesterol, pengentalan darah, dipastikan ada diabetes atau tidak. Dll.

Juga, pemeriksaan fisik seperti periksa echo jantung guna mengetahui ada tidak penyumbatan di jantung.

Lalu, emeriksaan pembuluh darah otak (Transcranial Doppler). “Untuk mengetahui sudah ada belum penyubatan walaupun belum bergejala,” tandasnya.

Dan apabila dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan misalnya ada kelainan bentuk atau penyumbatan di atas 50 persen, maka pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan paket lanjutan.

Seperti melakukan CT Angiografi, MR Angiografi, atau bahkan melakukan Digital Subtraction Angiography (DSA), guna mengetahui ada tidak penyumbatan di pembuluh darah tersebut.

Penderita Stroke di Sumbagsel 800 Orang Pertahun

Hal lain yang mendorong RSMH Palembang untuk memiliki layanan MCU Stroke, yakni tingginya angka penderita Stroke di Sumbagsel.

Terhitung 2017 hingga 2021 lalu, RSMH Palembang mencatat ada 2.100 pasien penderita Stroke yang berobat.

“Angkanya sempat menurun di 2019-2020, lantaran dampak Covid 19, sehingga orang enggan ke rumah sakit,” papar Junaidi.

Dari 2.100 penderita Stroke tersebut, sekitar 60 persen merupakan pasien dengan usia produktif yakni 45 sampai 65 tahun.

“Sementara di usia itu karir mereka sedang menanjak, tetapi akibat terkena stroke, akhirnya harus berobat terus dan menjadi tidak produktif,” sebut dia.

Saat ini layanan MCU Stroke RSMH Palembang, dikomersialkan. Untuk keseluruhan pemeriksaan pasien harus membayar kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

“Jadi nanti jika sudah diperiksa MCU, dan terdeteksi misalnya resiko stroke pasien sekitar 20 persen, maka ia akan diedukasi apa saja resiko yang akan diterima. Juga pola dietnya diatur, makan obat teratur. Dan pasien itu dapat melakukan MCU kembali setelah satu tahun, apakah terkontrol Stroke nya ataukah resikonya telah turun,” jelas Junaidi.

Layanan MCU Stroke ini disebutkan Junaidi, juga dimiliki beberapa rumah sakit di Indonesia, namun tidak ter-expose, sebab memang layanan ini tidak ditanggung BPJS Kesehatan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *