Jamaah Terlantar: Kami Semua Sakit Pak, Luar Dalam…

SWARNANEWS.CO.ID,  JEDDAH | Sebanyak 21 jemaah umrah terlantar di bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah sejak Senin (18/12) pukul 21.00 waktu Arab Saudi. Para jamaah umrah itu diberangkatkan oleh Travel ‘M’ yang disponsori oleh travel DKU. Selama terlantar para jamaah juga tidak mendapatkan layanan makanan dari pihak travel. Padahal, mereka sudah membayar biaya kisaran Rp 18 juta – Rp 24 juta.

Mendengar informasi ini, KUH segera berkoordinasi dengan pemilik travel untuk mengupayakan kepulangan jamaah. Sayang, hingga hamper 24 jam, belum ada kepastian kepulangan jamaah. Staf Teknis Haji KUH KJRI akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi jamaah ke wisma tamu KUH agar bisa beristirahat. Apalagi, sebagian dari jamaah terserang demam dan batuk.

“Satu mobil coaster kami gunakan untuk membawa jamaah dan satu mobil boks untuk mengangkut koper-koper mereka,” ujar Dumyathi.

Tiba di wisma, jamaah langsung beristirahat setelah 24 jam terlantar di bandara Jeddah, tanpa mendapat layanan makan dari pihak travel.

“Jemaah ini berasal dari Desa Kibin Kec. Kibin Kab. Serang. Mereka terdiri dari 12 jemaah wanita dan 10 jemaah laki-laki termasuk pemilik travel berinisial HRF,” ujar Dumyathi.

“Saat Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah mengevakuasi 21 jemaah, HRF raib tidak ditemukan di bandara,” sambungnya.

Menurut Dumyathi, dari name tag jamaah, diketahui kalau mereka mendapat visa dari Balubaid Tour & Travel yang merupakan anggota dari Amphuri. Pihaknya sudah menghubungi Direktorat Pelayanan Umrah dan Haji Khusus agar dapat menghubungi pihak provider visa dan membantu pemulangan 21 orang jamaah ini ke Tanah Air.

“KUH berusaha menghubungi HRF selaku owner & tour leader, namun hingga pukul 00:16 waktu jeddah belum dapat tersambung karena selularnya tidak aktif,” jelasnya.

Dumyathi menambahkan kalau jamaah sangat kecewa dengan layanan travel ini. Mereka mengungkapkan kekesalan mereka kepada Staf Teknis Haji KUH. “Kami semua sakit Pak, luar dalam,” kata Dumyathi mengungkapkan keluhan salah satu jemaah, Wira.”Kami ingin kejelasan nasib kami. Keluarga kami di Indonesia sedih dan sakit mendengar kondisi kami,” sambung H Urai.

Editor: Sarono PS

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait