Jelang Tahun Baru BBPOM Temukan Barang Expired

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Intensifikasi pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020, Balai Badan Pengolahan Obat dan Makanan (BBPOM) cabang Palembang melakukan sidak di dua titik diantaranya Hypermart Palembang Indah Mall (PIM) dan Dunia Parcel di kawasan Pasar Cinde.

Untuk di Hipermart, BBPOM telah melakukan uji sampel terhadap bahan baku segar sebanyak 12 item dengan di uji formalin hasilnya negatif. Sedangkan khusus pangan kemasan ditemukan 2 buah produk kadaluarsa, kemasan rusak ( 14 item) dan tidak memiliki ketentuan label (9 item).

“Produk kadaluarsa itu harus dibuang dan di musnahkan, kemasan yang penyot atau rusak ditukarkan di suplayer, kemudian TMK label kemasan saya minta produsennya memperbaiki,” jelas Kepala BBPOM Palembang Dra. Hardaningsih, kepada awak media, Senin (23/12/2019)

Kemudian, BBPOM beranjak di toko Dunia Parcel di Kawasan Pasar Cinde ditemukan barang ekspayer sebanyak 3 item yang produk kadaluarsa dan 4 item izin tanpa edar produk-produk industri dari rumah tangga.

“Tadi, sorotan dan perhatian kita yang dikemas dalam parcel ternyata kadaluarsa sudah mendekati antara 1-3 bulan. Dihimbau untuk parsel masanya jauh dari expired kata Hardaningsih

Dijelaskan, hasil Intensifikasi pangan di beberapa kota sampai 20 Desember 2019, yakni ada 32 sarana diantaranya Kota Palembang, Kabupaten Oku timur, Oki, Muara Enim, dan Oku Selatan.

“Jadi, 20 sarana memenuhi ketentuan dan 12 sarana yang tidak memenuhi ketentuan dalam artian masih ditemukan produk kadaluarsa, produk tanpa izin edar, dan produk tidak memenuhi ketentuan,” ujarnya

“Dari hasil temuan ini langkah-langkah kedepannya akan diberikan sanksi peringatan berupa teguran supaya tidak teledor dengan produk kadaluarsa agar jangan sampai terpajangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Andri selaku struck manager Hipermart PIM menyampaikan, bahwa
segala upaya telah dilakukan dalam melakukan pencegahan, terbukti dari sidak BBPOM terdapat hanya dua item dari ratusan item karena ada satu pcs terlewatkan dan human error di bulan Desember 2019.

Untuk temuan kemasan penyok nantinya akan dikembalikan ke suplayer serta penemuan barang tidak izin edar atau syarat-syarat izin kemasan tidak memenuhi dikembalikan juga ke suplayer supaya mengikuti ketentuan pelebelan.

“Upaya telah dilakukan pihak Hypermart setiap saat melalui program cek barang expired, izin edar dan layak konsumsi. Berharap BBPOM terus melakukan pembinaan dan perbaikan supaya konsumen puas serta dikonsumsi dengan aman,” papar Andri.

Pemilik Toko Dunia Parcel, Yusuf mengatakan, bahwa produk barang untuk parsel dibeli ditempat yang di izinkan oleh pemerintah seperti Carrefour, dan Lotte mart.

“Kita tidak pernah membeli di pasar maupun di warung maupun membeli barang yang mendekati expired. Karena kita membeli di Supermarket sesuai kebutuhan, ” ucap Yusuf

Menurut Yusuf, penemuan barang expired atau kadaluarsa oleh BBPOM tidak semuanya, karena dari puluhan produk barang di beli kemungkinan terkadang tidak terpantau bahwa sudah mendekati ekspayer. Kesalahan-kesalahan ini kedepannya akan diperbaiki agar konsumen puas,” tandasnya.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait