Kejari OKUT Sidik Proyek DPSDA Provinsi Sumsel

SWARNANEWS.CO.ID, OKUT | Kejaksaan Negeri OKU Timur melakukan Pers realese terkait hasil penyelidikan tiga kasus adanya indikasi dugaan Korupsi di Kabupaten OKU Timur.

Dalam pers realese tersebut di pimpin langsung oleh Kejari OKUT Dr.Akmal Kodrat.SH.M.Hum di dampingi Kasi Intel Darmadi Edison.SH dan Kasi Pidsus Aci Jaya Saputra.SH.

Kejari OKUT Dr.Akmal Kodrat.SH.M.Hum menegaskan bahwasanya dari hasil penyelidikan terdapat tiga indikasi dugaan kasus korupsi di Kabupaten OKUT, tiga hasil penyelidikan tersebut saat ini telah kita keluarkan surat perintah nya pada tanggal 6 Januari 2021 dan Mengarah ke Penyidikan, Jelas Akmal.

Adapun tiga kasus indikasi dugaan korupsi tersebut yang saat ini telah mengarah kepenyidikan dan dalam waktu dekat kita akan panggil pihak-pihak yang terkait.

Yang pertama terkait Surat perintah Nomor 01/L6.21/Fd.1/01/2021 Tanggal 6 januari 2021 dengan penyelidikan kasus dugaan Korupsi pembuatan sertifikat tanah warga yang ada di Desa Tanjung bulan Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKUT pada tahun 2016/2017 , total penerbitan sertipikat sebanyak 324 dengan pungutan sebanyak 1.5 juta, pembuatan Sertipikat Tanah warga ini Melalui Kementrian Agraria dan BPN.

Ke dua terkait surat perintah 02/L6.21/Fd.1/01/2021 tanggal 6 januari, penyelidikan tentang indikasi dugaan kasus korupsi normalisasi sungai (Pengendalian banjir) di Kecamatan Belitang I Kabupaten OKUT dari Dinas Pengolalaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai anggaran 2 Miliyar lebih, dengan kontruksinya terdapat banyak dugaan kekurangan volume, tentunya ini melibat dua pihak yaitu Jasa pengguna (Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air) dan dari penyedia (pihak swasta).

Ke tiga surat perintah Nomor 03/L.6.21/Fd.1/01/2021 tanggal 6 Januari 2021 tentang indikasi dugaan korupsi atas proyek normalisasi sungai di Kecamatan Semendawai Barat dari Dinas Pengelolaan Sumber daya air(PSDA) Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai anggaran sebesar Rp.2.4.Miliyar lebih, pihak penggunanya dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya air (PSDA) Provinsi Sumatera Selatan, adapun dugaan nya mengarah kepada kontruksinya yaitu kekurangan Volume dalam pekerjaan.

“Dari Ketiga hasil penyelidikan tersebut saat ini telah mengarah ke penyidikan dan dalam waktu dekat kita akan panggil semuanya,ketiga indikasi kasus dugaan tindak pidana korupsi ini saya perintahkan kepada Kasi Intel dan Kasi Pidsus bersama Tim untuk berkolaborasi menyelidiki, sehingga hasil nya saat ini telah mengarah ke penyidikan namun dalam hal ini, kita belum bisa menetapkan dalam kasus dugaan ini mengarah menjadi tersangka” pungkas Kajari.

Teks : Prabu
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait