Ketum HMI Cabang Palembang Desak Polri Tangkap Pengeroyok Komisioner KPU Muratara

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang mengutuk keras tindakan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap komisioner KPU Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada Senin, 10/5/2021, dalam lingkungan Kantor Bupati kabupaten termuda di Provinsi Sumatera Selatan itu.

Sebagaimana viral diberitakan oleh banyak media mainstream lokal di kawasan Bumi Silampari atau MLM (Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara) atas kejadian pengeroyokan terhadap anggota KPU Kabupaten Musi Rawas Utara bernama Handoko dan sekaligus juga merupakan alumni HMI Cabang Palembang, maka organisasi mahasiswa Islam terbesar dan tertua tersebut meminta pihak kepolisian dapat mengusut dan menyelesaikan kasus ini hingga tuntas.

“Kami tidak terima dengan sikap main hakim sendiri. Kami sangat menyayangkan kejadian tindak pidana penganiayaan dan tindak pidana pengeroyokan yang menimpa alumni HMI. Layaknya satu kesatuan anggota tubuh, salah satu bagian ada yang sakit maka seluruh badan akan merasakan sakitnya. Pun demikian yang kami rasakan sekarang sebagai bagian dari keluarga besar HMI terlebih Handoko merupakan salah satu Anggota komisoner KPU Musi Rawas Utara yang sedang menjalankan pekerjaannya,” ungkap Formature / Ketua Umum HMI Cabang Palembang, Ulil Mustofa, Selasa (11/5/2021).

Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparat hukum dipertaruhkan kalau kasus ini tidak cepat diusut tuntas, kami akan terus mendorong proses hukum, jangan sampai kasus seperti ini juga menimpa orang lain dan berulang jika dibiarkan berlarut-larut,” tuturnya.

Menurut Ulil Mustofa, “Siapapun pelakunya harus bertanggung jawab. Kasus ini akan terus kami kawal hingga pelaku pengeroyokan ditangkap dan diadili sesuai undang-undang. Saya mendesak pihak kepolisian dalam hal ini Polres Muratara untuk mengusut tuntas pelaku pengeroyokan,” tegas aktivis mahasiswa ini.

Ulil Mustofa juga meminta pelaku pengeroyokan dan penganiayaan dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Sebab pelaku sudah melakukan penghakiman .Bahwa aksi tindak pidana penganiayaan yang diatur dalam Pasal 351 KUHP berbunyi penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan, dan tindak pidana pengeroyokan yang diatur dalam Pasal 170 KUHP, barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, dan ini bukan merupakan delik aduan.

“Sangat disayangkan bahwa tempat terjadinya tindak pidana penganiyaan dan tindak pidana pengeroyokan ini terjadi di dalam ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, dimana seharusnya SOP pengamanan dapat berjalan sebagaimana mestinya dan hal ini dapat membuktikan bahwa tim keamanan Pemkab Muratara tidak berjalan dengan baik. Kami juga mendesak seluruh instansi pemerintahan ikut mendorong agar memberikan keadilan serta mengambil tindakan tegas atas kejadian tersebut,” tutup Ulil.

Teks dan Editor : Rls dan tim SN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait