Labor Forensik Polda Sumsel Pastikan, Peluru Nyasar Bukan Milik Anggota Polisi

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Terkait dugaan dua warga Desa Rantau Harapan, yang terkena peluru nyasar saat penangkapan pelaku tindak kriminal bersenpi Hb(24). Dan pelaku melawan petugas, dipastikan bukan peluru petugas kepolisian. Saat itu memang sempat terjadi baku tembak antara petugas Kepolisian dengan pelaku tindak kriminal.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Banyuasin AKB Imam Tarmudi, S.IK., SH di dampingi Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP M Ikang Ade Putra, S.IK, Kanit Pidum Ipda Deka Saputra, dan tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlafor) Polda Sumsel, saat menggelar Press Release di Mapolres Banyuasin, Rabu (24/02/2021).

Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumsel telah memastikan, jika peluru nyasar dan mengenai dua warga Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur, bukan milik Anggota Polisi.

“Kita memastikan peluru nyasar yang mengenai warga itu bukan peluruh dari anggota kami setelah diteliti oleh Labor,” Kata Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi, S.IK, SH.

Polres Banyuasin juga menghadirkan dua warga yang menjadi korban. Kendati demikian, Polres Banyuasin juga mengaku sudah bertanggung jawab mengobati kedua korban sampai sembuh.

”Kami pastikan peluru yang mengenai dua korban itu berasal dari senjata rakitan, namun kami tetap bertanggung jawab untuk mengobati kedua korban sampai sembuh,” tutur dia.

Kapolres, menuturkan pihaknya sengaja mengundang tim Bidlabfbor Polda Sumsel untuk mengetahui kebenarannya. Namun, pihaknya tetap bertanggung jawab memberikan pengobatan pada kedua korban. “Kami tetap bertanggung jawab,” ujar dia.

Sementara Kasubbid Laboratorium Forensik Polda Sumsel AKBP Edhi, S mengatakan, kalau pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dengan kedua senjata rakitan tersebut.

“Setelah diteliti, satu senjata tidak lagi berfungsi dan satunya lagi masih aktif,” kata Kasubbid Labfor Polda Sumsel AKBP Edhi S.

Untuk diketahui, dua warga Desa Rantau Harapan yang menjadi korban peluru nyasar saat insiden baku tembak penangkapan Reno (28), warga Dusun II Desa Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur, Kamis (04/02/2021) lalu. Reno tewas tertembak saat hendak melakukan perlawanan. Reno merupakan tersangka kasus kekerasan terhadap wartawan yang terjadi 2020 lalu.

Sedangkan korban yang mengalami peluru nyasar yakni Isran, mengalami luka tembak di lengan kanan. Dia tertembak saat sedang kencing di rumahnya. Untuk Cikman, mengalami luka tembak di bokong, saat sedang tidur di rumahnya.

“Saya mewakili kedua korban mengucapkan terimakasih kepada Polres Banyuasin yang bertanggung jawab atas pengobatan kedua korban sampai sembuh. Semoga Polres Banyuasin semakin banyak mengungkap pelaku kejahatan sehingga Banyuasin aman, tentram dan kondusif,” kata anak korban yang mendampingi Ayahnya. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait