Lurah Kelurahan Batu Urip Lantik Sembilan Ketua RT Terpilih

SWARNANEWS.CO.ID, LUBUKLINGGAU | Selasa, 04/7/2020 Lurah Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, May Suhada, SE, MM, melantik sembilan orang Ketua Rukun Tetangga (RT), masa bakti 2020-2023. Prosesi pelantikan berlangsung dalam Aula Pertemuan dan Ruang Perpustakaan Kantor Lurah Batu Urip di Jalan Kenanga II RT 03 Kelurahan Batu Urip.

Acara pelantikan mulai pukul 10.00 WIB, berlangsung tertib dan lancar. Hadir dalam acara pelantikan Camat Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kunti Maharani, ST, MT, Ketua LPM Kecamatan Lubuklinggau Utara II H.Halik Ani, Ketua LPM Kelurahan Batu Urip Ir. Karto Karyo, unsur TNI diwakili Babinsa Kelurahan Batu Urip Serda Mohammad Tarhib, Polri diwakili Bhabinkamtibmas Kelurahan Batu Urip Bripka Leo Chrima Negara, mantan Ketua RT 04 Mulzen dan mantan Ketua RT 09 Mustaraman.

Prosesi pengukuhan sembilan orang Ketua RT ini diawali dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh tokoh agama yang juga warga Kelurahan Batu Urip H Zakaria Marta Jaya.

Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, sebelum acara dimulai Camat Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kunti Maharani, ST, MT mengingatkan agar tetap berlaku protokol Covid-19 bahkan Ia pun membagikan masker bermotif bendera Merah Putih bagi ketua RT yang akan dilantik.

Sembilan orang Ketua RT dalam wilayah Kelurahan Batu Urip yang diambil sumpah jabatan antara lain M. Robby (RT 01), Zulhijah, SH (RT 02), A. Ram Somid (RT 03), Herman Sawiran Alkap (RT 04), Aji Samanto (RT 05), Edwin Noporizal (RT 06), Al Sadat (RT 07), M. Hasim (RT 08) dan Kolbiansyah (RT 09).

May Suhada, SE, MM, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para ketua RT yang baru dilantik.

“Dan selamat bergabung di Pemerintahan Kelurahan Batu Urip bagi Ketua RT yang baru menjabat. Pemilihan dan proses pergantian Ketua RT adalah prosesi tiga tahunan yang rutin kita lakukan”, kata Suhada.

Prosesi pemilihan ketua RT merupakan wujud praktek demokrasi paling bawah di Indonesia lanjutnya. Oleh karena itu sebagai lurah Ia berharap ketua RT yang baru dilantik harus meningkatkan kinerja, dibandingkan dengan masa bakti atau pemangku jabatan sebelumnya.

“Terlebih lagi kepada Ketua RT yang terpilih melalui proses pemilihan, boleh jadi banyak janji dan komitmen kepada warga yang telah memilihnya”, ujar Suhada.

Sebagai perpanjangan tangan lurah maupun camat ketua RT harus lakukan pemerataan pelayanan kepada warganya.

“Tampung keluhan, aspirasi bahkan kritikan masyarakat. Sebab pemimpin tidak secara keseluruhan disenangi masyarakat. Selain itu ketua RT juga harus menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan tata aturan yang ada dan patuh serta loyal terhadap arahan atasan. Bekerja dan bekerjalah sesuai dengan anjuran pemerintah saat ini. Ingat ketua RT jangan sampai menghambat urusan warga hanya karena administrasi keuangan. Jadi Ketuo RT jangan nekan warga”, pesannya yang tutup dengan bahasa dan dialeg Lubuklinggau.

Pada kesempatan yang sama Camat Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kunti Maharani, ST, MT, mengajak para istri Ketua RT untuk berperan aktif membantu suaminya dalam menjalankan roda pemerintahan di level RT.

“Saya perhatikan yang baru saja dilantik sebagai Ketua RT, semuanya lelaki. Dan masing-masing didampingi oleh istrinya. Ini positif sekali, sehingga sekalian saya sampaikan kepada Bu RT, mari berperan aktif dalam mendukung tugas suami sebagai ketua RT”, ajaknya.

Camat Kunti Maharani juga mengingatkan khusus kepada para ketua RT yang baru dilantik bahwa pada dasarnya terkait prosesi pemilihan ketua RT Ia menyaksikan bahwa warga Kelurahan Batu Urip khususnya dan dalam sekup lebih luas warga Kecamatan Lubuklinggau Utara II sudah pada tingkatan peduli dan aktif.

“Ya, warga kita sudah aktif terhadap agenda pemilihan ketua RT, juga peduli dengan prosesnya terbukti ada dinamika protes, sanggahan dan sebagainya saat prosesi praktek demokrasi level terbawah ini. Dan akhirnya bermuara pada hasil yang baik”, ujar alumni Teknik Sipil Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Senada Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Lubuklinggau Utara II, H Halik Ani menyampaikan nasehat dan pengalamannya saat Ia menjadi ketua RT dan juga sebagai Lurah.

“Pengalaman saya memegang amanah sepuluh tahun menjadi ketua RT di kawasan Permiri, alhamdulillah tidak pernah sakit. Sebab saya targetkan paling tidak tiga rumah saya kunjungi setiap malam. Jadi intens melakukan silaturahim. Jadi ketua RT jangan sampai tidak mengenal dan dikenal warga”, anjurnya.

Halik Ani juga mengingatkan sekaligus menasehati para ketua RT yang baru dilantik bahwa paling sulit itu menyelesaikan perselisihan sesama warga. Untuk itu ada triknya.

“Jika sesama warga berselisih bahkan berkelahi caranya panggil kedua belah pihak dalam waktu berbeda setelah mendapatkan solusi dari keduanya kemudian pertemukan dan didamaikan jangan langsung ke ranah kepolisian”, saran mantan lurah selama empat belas tahun ini.

Kemudian terkait biaya surat tanah, biaya izin keramaian, biaya terkait dokumen berkas numpang nikah yang biasa disebut Surat NA, Halik Ani menganjurkan silakan lakukan musyawarah dengan Ketua LPM Kelurahan Batu Urip.

“Mengingat ketiga hal tersebut belum ada ketentuan pasti, sehingga dengan musyawarah paling tidak ada dasar keputusan yang dapat dipakai. Sedangkan untuk pelanggaran susila seperti perbuatan zina yang dilakukan bukan dengan pasangan halal atau resmi itu sudah ada tata aturanya dalam kewenangan Pemangku Adat”, tutup Halik Ani.

Teks : Rehanudin Akil
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait