M Fanshurullah Asa: Kami Terus Mengawal BBM Satu Harga

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA |Lebih dari setahun sudah kebijakan BBM satu harga digulirkan Presiden Joko Widodo. Banyak daerah yang sudah bisa merasakan “nikmatnya” kebijakan tersebut. Jika sebelumnya masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membeli bensin (Premium) bisa di atas Rp50 ribu, kini mereka bisa membeli dengan harga yang ada di Jawa, Madura, dan Bali, yaitu sekitar Rp 6.450.

Rencananya, sampai 2019 sudah ada 154 titik BBM satu harga yang bisa dibangun. Nah, di tahun ini sendiri 54 titik direncanakan akan kelar dibangun. “Pertamina menargetkan pembangunan penyalur sebanyak 150 lokasi penyalur sampai dengan 2019,” kata M. Fanshurullah Asa, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

M. Fanshurullah Asa kemudian menjelaskan perkembangan kebijakan ini lebih jauh. Berikut petikannya.

Apa yang sudah dilakukan BPH Migas terkait kebijakan BBM satu harga? 

BPH Migas telah memfasilitasi atau berkoordinasi langsung dengan pemda setempat untuk mempercepat proses perizinan pembangunan penyalur satu harga, antara lain di Kabupaten Natuna (Kepulauan Riau), Kabupaten Sumenep (Madura, Jawa timur), dan Kabupaten Konawe Kepulauan (Sulawesi Tenggara).

BPH Migas juga mengusulkan penambahan lokasi tertentu, antara lain di Kabupaten Pengunungan Arfak, Kabupaten Kepulauan Seribu, Lingga (Kepri). Kami pun mengusulkan lokasi sub-penyalur yang telah siap beroperasi dan belum masuk ke lokasi tertentu, antara lain Kabupaten Selayar (Provinsi Sulawesi Selatan), Kabupaten Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), dan Kabupaten Flores Timur (Nusa Tenggara Timur).

Saat ini, berapa daerah yang harga BBM masih lebih tinggi dibanding harga nasional?
Sampai saat ini, kabupaten yang belum terdapat penyalur jenis BBM tertentu (JBT) dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP), yaitu Kabupaten Nias (Induk) dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Kedua, daerah pulau-pulau terpencil yang belum tersedia penyalur JBT dan JBKP, seperti Kepulauan di Nias dan Kepulauan di Madura. Ketiga, daerah dengan jalur transportasi sulit, jauh dari pusat kabupaten atau kota serta belum ada penyalur. Keempat, kabupaten yang hanya memiliki satu penyalur JBT dan JBKP juga berpotensi harga di atas ketetapan.

Berapa daerah pula yang sudah terbebas dari masalah ketimpangan harga BBM?

Sejak 2016 sampai Oktober 2017, PT Pertamina (Persero) telah mengoperasikan 26 penyalur satu harga. Sembilan penyalur telah beroperasi pada 2016 dan 17 penyalur diresmikan pada 2017.

Editor: Sarono PS

Sumber: Sindonews.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait