Maghpir Terpilih Menakhodai AGPAII Ogan Ilir

SWARNANEW.CO.ID, OGAN ILIR | Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia ( DPD AGPAII) Ogan Ilir terbentuk melalui musyawarah mufakat oleh para Guru (Pendidikan Agama Islam) PAI perwakilan dari Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI se-kabupaten Ogan Ilir bertempat di Aula SMA Negeri 1 Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Rabu 17 Februari 2021 Lalu.

Musyawarah dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) AGPAII Sumsel diwakili oleh Silmanuddin, M.Pd.

“Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya musyawarah itu. Marilah segenap guru PAI untuk selalu menguatkan silaturrahmi agar adanya sinergitas antar sesama guru PAI,” tuturnya dalam sambutan pembukaan.

Musyawarah tersebut mengamanatkan rekomendasi kepada pengurus yang terpilih untuk memperhatikan dan menerima aspirasi guru PAI dalam menuntut haknya.

Keputusan musyawarah juga meminta pengurus segera mempersiapkan segala sesuatu yg berkaitan dengan pelantikan seperti audiensi dengan bupati Ogan Ilir dan kepala kantor kemenag Ogan Ilir.

Adapun susunan pengurus DPD AGPAII Kabupaten Ogan Ilir Periode 2021 – 2026 adalah Maghpir, M.Pd.I. (Ketua), Ahmad Zulfikri. S.Th.I., M.Pd.I. (Sekretaris) dan Zulainida, S.Ag. (Bendahara) serta telah tersusunnya kepengurusan secara lengkap.

Ketua terpilih Maghpir, M.Pd.I. berharap agar organisasi AGPAII sebagai rumah besar guru PAI sekaligus menjadikanya wadah silaturrahmi.

“AGPAII adalah rumah kita, mari kita menjadikannya berarti dengan berbagi dan saling bertukar informasi dari seluruh tingkat satuan pendidikan TK, SD, SMP, SLB dan SMA/SMK,” ungkapnya kepada Swarnanews.

“Selain itu, saya juga akan berusaha untuk menerima aspirasi dan memperjuangkan hak-hak guru PAI, seperti persoalan sertifikasi yg masih banyak belum dirasakan oleh para guru PAI,” ungkapnya.

Terpisah, sekretaris terpilih Zulfikri. S.Th.I., M.Pd. mengungkap bahwa AGPAII sendiri sejak berdiri tahun 2007 sesuai visi dan misinya sebagai organisasi rahmatan lil’alamin.

“Para pengurus akan semaksimal mungkin untuk memperjuangkan aspirasi guru PAI sebagai benteng peradaban Indonesia yang menciptakan anak didik tidak hanya mempunyai ilmu pengetahuan namun berakhlak mulia,” jelasnya.

“Walaupun tugas menjadi guru itu mulia tapi kami juga akan menyarakan kesejahteraan mereka agar lebih nyaman lagi dalam membimbing peserta didiknya sehingga tidak lagi memikirkan tuntutan haknya yang tidak terpenuhi. Insya Allah kita berharap semoga dengan adanya AGPAII akan membawa perubahan nasib bagi para guru PAI di Kabupaten Ogan Ilir dan Provinsi Sumsel,” tutupnya sembari berharap penuh keyakinan.

Teks : Eric
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait