Makanlah Apa yang Ada di Dekatmu Saja

SWARNANEWS.CO.ID | “Kul mimma yaliika”…, “makanlah apa yang ada di dekatmu saja…” Ini ajaran Rasulullah kepada kita tentang table manner alias adab makan bersama dalam hidangan. Saya hafal hadis ini waktu kelas 1 tsanawiyah di RU Sakatiga.

Hadis ini melarang kita mengulurkan tangan terlalu jauh untuk menjangkau makanan pada sebuah hidangan. Apalagi sampai harus berdiri saat mengambil makanan yg posisinya dekat dengan orang lain. Anda juga pasti akan jengah jika melihat orang melakukannya.

Begitulah, hadis ini memang tentang adab makan, tapi jika ditafsirkan lebih ini luas, ajaran ini mengandung filosofi hidup nan bijak bestari. Carilah penghidupan di muka bumi secukupnya saja, hiduplah sederhana, jangan serakah, jangan iri dengan rezeki orang lain, jangan ambil hak orang lain, terimalah apa yg dianugerahkan Allah dengan rela hati, jangan berpikir bahwa hidup orang lain lebih bahagia dari hidupmu meski lebih kaya, yakini bahwa rumput di halamanmu sama hijaunya dengan milik tetangga.

“Makanlah yang ada di dekatmu” adalah wujud syukurmu atas karunia-Nya, gubukmu adalah mimpi bagi gelandangan, motor bututmu adalah keinginan pejalan kaki, anak nakalmu adalah hayalan bagi dia yang belum berputra.

“Makanlah yang ada di dekatmu” adalah jalan suluk para sufi ketika gemerlap dunia menghalangi mereka melihat wajah-Nya. Kredo ini adalah rem yg sangat pakem bagi nafsu ambisius yang menipu. Serupa air yg memadamkan bara serakah.

Makanlah yang ada di dekatmu. Hiduplah sederhana. Jangan ngoyo. Jangan maksa. Mungkin orang bisa bahagia di istana megah, tapi jangan lupa bahagia juga dijumpai di rumah jelata.

“Makanlah yang ada di dekatmu” artinya juga adalah istri cukup satu saja. Haha. Nakhtatim bil hamdalah.

Oleh : Ahmad Taswin
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait