Masyarakat Bisa Tera Ulang, Unit Metrologi OKU Timur Telah Berfungsi

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Gedung Unit Metrologi Kabupaten OKU Timur di bawah naungan Dinas Perdagangan OKU Timur, telah difungsikan penggunaannya, Rabu (15/07/20).

Gedung yang berada tepat di depan Kantor Kementerian agama OKU Timur itu, meskipun tidak diresmikan karena dampak Pandemi Covid-19, pada 9 Maret 2020 secara resmi operasional.

Kepala Dinas Perdagangan OKU Timur, Sri Inarsih melalui Kasi Penyuluhan dan Pembinaan Kemetrologian OKU Timur, Ratna Wulandari mengatakan, fungsi metrologi sebagai upaya pemerintah dalam melindungi konsumen. Metrologi akan melindungi dan memastikan segala produk yang diperjualbelikan, sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

“Kita melindungi konsumen dengan memastikan produk yang ditransaksikan/yang dijual pelaku usaha kepada mereka sesuai dengan standar alat ukur,” pungkasnya.

Dia menjelaskan, setelah alat ukur pelaku usaha maupun Tera Ulang, maka pelaku usaha akan mendapatkan Surat Keterangan Hasil Pengujian (SKHP). SKHP sangat penting bagi para pelaku usaha. Misalkan untuk pelaku usaha SPBU, jika tidak mendapatkan SKHP tahun ini, maka tidak bisa mendapatkan pasokan BBM dari Pertamina.

“Salah satu syarat untuk mendapatkan pasokan BBM, pelaku usaha SPBU harus mendapatkan SKHP. Begitupun juga perusahaan-perusahaan yg lain seperti LPI. Tidak bisa mengeluarkan atau menjual barang jika tidak ada SKHP. Dan sejak berjalan, sudah ada tiga SPBU dan satu perusahaan yang sudah mendapat SKHP,” ungkapnya

Manfaat yang diperoleh pemerintah dengan difungsikannya unit metrologi yakni, membantu masyarakat memberikan kepastian dan kebenaran dalam bertransaksi juga sebagai potensi Pendapatan Asli Daerah. Selain itu, untuk menciptakan tertib ukur agar terjadi perdagangan yang sehat.

“Fungsi dari metrologi sendiri utamanya untuk melindungi konsumen. Jika berdasarkan alat ukur yang ada dimasyarakat atau pelaku usaha.”

Sementara, Sekretaris Dinas Perdagangan OKU Timur, Suwadi menambahkan, dengan sudah difungsikannya unit metrologi legal, semua pelaku usaha bisa melakukan Tera maupun Tera Ulang alat ukur untuk menghilangkan kecurigaan masyarakat terhadap timbangan.

“Selama ini ada dugaan dan anggapan di masyarakat banyak permainan oleh toko, perusahaan, pergudangan dan SPBU. Para pelaku usaha yang sudah dites alat ukur atau timbangannya akan mendapat legalitas dari unit metrologi, sehingga nantinya bisa menimbulkan rasa kepercayaan masyarakat pada pelaku usaha tersebut” kata Suwadi. (*)

Teks: fedyan
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait