Mengaku Wartawan Media Online, Peras Seorang Warga Banyuasin

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | AH (50) seorang warga Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi korban penipuan dan pemerasan via online, yang dilakukan oleh seorang wanita yang memiliki akun Facebook atas nama Mardiana Elisa, juga seorang penipu dengan mengaku sebagai oknum wartawan Suara Media.

Roni salah satu kerabat AH, ketika dilakukan konfirmasi oleh suaramedia.id mengatakan, kejadian ini berawal dari sosok wanita muda bernama Mardiana Eliza meminta pertemanan di sosial media Facebook tehadap AH, kemudian terjadilah komunikasi yang intens diantara keduanya, namun ditengah percakapan tersebut pelaku (Mardiana Eliza), meminta nomor aplikasi WhatsApp, dengan dalih ingin curhat terkait masalah keluarganya.

Setelah pelaku mendapatkan nomor korban (AH), si pelaku meminta untuk melakukan Video Call dengan korban, namun tanpa disangka, ketika video call tersebut terjadi, pelaku sudah dalam kondisi bugil tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya, namun hanya pada bagian dada dan alat vital si pelaku saja yang terlihat, namun tanpa memperlihatkan wajahnya.

Dan ternyata, aksi tersebut menjebak korban, dengan melakukan perekaman video oleh si pelaku, yang mana wajah korban nampak jelas saat melajukan video call tersebut.

Tak berselang lama, si pelaku tersebut kembali menghubungi korban, dengan mengirimkan video hasil rekaman yang dilakukan olehnya, selain itu si pelaku juga meminta uang kepada korban, dengan ancaman akan menyebar luaskan video tersebut kepada publik.

Karena merasa takut, AH langsung memenuhi keinginan pelaku dengan mengirimkan uang sebesar Rp. 4 juta, melalui Nomor Rekening BNI 1001177968, atas nama Rindi Antika, serta si pelaku berjanji akan menghapus video tersebut dan tidak akan disebar luaskan.

Namun tak berhenti disini, pasalnya tak lama kemudian si pelaku kembali menelpon agar segera dikirim uang kembali, dengan ancaman si pelaku akan mengirimkan video itu kepada wartawan.

Tak lama kemudian, si pelaku penipuan tersebut kembali menelpon dengan no yang berbeda 082260544383 dengan mengaku sebagai Ahmad dan sebagai wartawan suaramedia.id, karena di profil WhatsApp terdapat gambar medianya juga mengirimkan photo korannya.

“Sementara AH yang mengalami kepanikan, akhirnya menghubungi Saya, kebetulan Saya juga merupakan seorang jurnalis, kemudian Saya pun langsung menghubungi pihak redaksi suaramedia.id, guna mencari informasi lebih lanjut,” ungkap Roni.

Namun setelah diketahui, ternyata nama Ahmad tersebut tidak terdaftar di redaksi suaramedia.id, bahkan pihak media tersebut menyanggah, jika pihaknya tidak memiliki wartawan di wilayah sumatera selatan.

“Akhirnya Saya memancing si pelaku penipuan tersebut untuk melakukan pertemuan langsung, namun dirinya selalu nenolak, bahkan hingga saat ini ketika dihibungi nomornya sudah tidak aktif,” pungkas Roni.

Hal senada dilontarkan Suherman, selaku Pimpinan Redaksi suaramedia.id mengatakan, pihaknya sudah mengutus Dewan Redaksi untuk melakukan konfirmasi secara maksimal dengan korban, pasalnya hal ini sudah mencatut institusi dan nama baik medianya.

“Saat ini juga Kami akan langsung mengambil tindakan tegas, dengan cara melakukan laporan polisi, agar hal ini tidak terjadi lagi, serta tidak merugikan semua pihak,” tandasnya.

Tambah Herman, perlu diketahui juga, bahwa suaramedia.id merupakan media online bukan media cetak, seperti yang dikirimkan oleh pelaku kepada korban, karena diketahui si pelaku juga mencatut salah satu nama media cetak, yang diketahui atas nama ‘Suara Media Nasional’.

Teks/Editor : Ril / Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait