Menjaring Akses Pasar Lewat Panen Kopi dan Kampung Wisata Kopi Salipayak Pagaralam

SWARNANEWS.CO.ID, PAGARALAM | Dalam upaya membangun kekuatan potensi dan kualitas serta pemasaran kopi Sumatera Selatan. Pengurus cabang Asosiasi kopi Indonesia cabang Kota Pagaralam, Ketua Julis bersama Sekretaris Hamzah, dan kelompok tani kopi Desa Talang Salipayak, mengadakan kegiatan panen kopi di lingkungan Desa Talang Saripayak – Jokoh Kec. Dempo Tengah Kota Pagaralam, Senin 21 Juni 2021. Kegiatan ini
Dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, dan juga jajaran pengurus daerah Asosiasi Kopi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan panen kopi ini diawali dengan kunjungan Ketua DPD Asosiasi kopi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan H. Herlan Asfiudin ke pengurus cabang Kota Pagaralam, sebagai bagian program pemantapan dan konsolidasi pengurus Asosiasi Kopi tingkat kabupaten/kota.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, ketua DPC Asosiasi Kopi indonesia Kota Pagaralam, Julis dan Sekretarisnya Hamzah, mengajak Ketua DPD Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Sumatera Selatan, mensurvey lokasi kebun kopi untuk dipanen di desa Muara Siban – Dempo Utara Dan Talang Salipayak – Dempo Tengah.

Selanjutnya pada Hari Senin 21 Juni 2021 bertepatan dengan Hari jadi Kota Pagaralam yang ke 20, dilaksanakan kegiatan panen kopi kelompok tani desa Talang Salipayak Jokoh – Dempo Tengah Kota Pagaralam yang dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, juga jajaran pengurus DPD Asosiasi kopi indonesia (ASKI) Sumatera Selatan.

Pada kesempatan panen kopi tersebut, Ketua kelompok tani desa Salipayak, Jansah menyampaikan bahwa Desa Talang Salipayak memiliki luas area kurang lebih 50 hektar. Dengan 20-30 hektar merupakan kebun kopi rakyat, serta sisanya untuk fasilitas kebun sayuran, buah buahan, rempah, peternakan ikan, itik, juga kambing.

Survey awal ketua DPD Asosiasi kopi indonesia provinsi Sumatera Selatan H.herlan Asfiudin ke muara siban dan lokasi untuk panen kopi didampingi ketua dpc Asosiasi kopi indonesia cabang Kota Pagaralam , ketua julis Dan sekretaris hamzah. Dan Beberapa pengusaha juga pengurus asosiasi hotel dan restoran Sumatera Selatan ( 18 Juni 2021 )
Survey awal ketua DPD Asosiasi kopi indonesia provinsi Sumatera Selatan H.herlan Asfiudin ke muara siban dan lokasi untuk panen kopi didampingi ketua dpc Asosiasi kopi indonesia cabang Kota Pagaralam , ketua julis Dan sekretaris hamzah. Dan Beberapa pengusaha juga pengurus asosiasi hotel dan restoran Sumatera Selatan ( 18 Juni 2021 )[/caption]Dikatakan Jansah bahwa Desa Talang Salipayak telah dirintis sejak lama oleh H.Kamkam, yang tidak lain adalah orangtua atau ayah sendiri.

Besar harapan masyarakat Petani Kopi Salipayak, untuk menjadikan desa Salipayak menjadi desa wisata edukasi kopi dengan Nama “Kampung Kopi Salipayak Pagaralam”, dengan produk asli mereka berupa kopi bubuk Robusta “KAM”.

Berbagai masalah seperti listrik dan masih terbatasnya keahlian serta wawasan petani kopi di desanya masih memerlukan dukungan pemerintah berupa infrastruktur. Terutama listrik, juga peralatan pengolahan kopi seperti pengering kopi (solar dry), lantai jemur, mesin pembubuk kopi juga mesin roasting.

Dengan demikian produktivitas juga hilirisasi produk olahan berbahan kopi dapat diciptakan untuk meningkatkan pendapatan petani di luar waktu panen.

Dalam perspektif pemasaran kopi, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan H Rizali menjelaskan, serta mengarahkan agar petani Kopi Salipayak dapat segera membuat koperasi kopi Salipayak bisa 1-5 koperasi untuk dapat mengakses anggaran serta mengusulkan pelatihan untuk peningkatan kompetensi petani kopi sesuai kebutuhan desa. Dilanjutkannya juga bahwa, sebagai petani harus jujur agar lembaga koperasi serta pelaksanaan kinerja dan programnya dapat berjalan dengan baik .

Dalam hal pemasaran, karena kualitas kopi masih di bawah standar, maka pengumpul memang menjadi satu satunya pilihan. “Namun bila kuantitas dan kualitas sudah baik bisa saja langsung dipasarkan ke para pembeli atau buyer,” ujarnya dalam diskusi dengan poktan kopi Salipayak.

Saat melaksanakan panen kopi bersama Ketua DPD Asosiasi Kopi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili oleh sekretaris dan jajaran pengurus Asosiasi Kopi Indonesia Provinsi hingga pengurus cabang Kota Pagaralam, memberikan kehormatan kepada Kepala Dinas perdagangan provinsi Sumatera Selatan H. Rizali, untuk melakukan panen perdana kopi Desa Salipayak secara kekeluargaan dan sederhana.

Dengan disaksikan petani kopi setempat, sambil mengucapkan doa beliau juga memotivasi petani kopi sekitar untuk bangga pada kopi Pagaralam sebagai salah satu aset Kopi Sumatera Selatan dan merawatnya dengan baik.

Selanjutnya, pada kegiatan diskusi dan panen kopi yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga pukul 16.00, Ketua DPD Asosiasi Kopi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan melalui Sekretaris Pengurus Daerah Asosiasi Kopi Indonesia provinsi Sumatera Selatan Salama Sri Susanti menyampaikan, ucapan terima kasih atas undangan para petani kopi di Desa Salipayak, dan menjelaskan beberapa hal penting terkait permasalahan dan potensi kopi di desa Salipayak. Diskusi kopi tersebut menghasilkan poin utama sebagai berikut :

(1) Perlu adanya kesungguhan para petani untuk menjadikan hasil panen kopi lebih meningkat produktivitasnya, dari 800 kg/ hektar / tahun menjadi 1.500 kg/ hektar/tahun secara bertahap. Dengan prioritas pupuk organik atau pupuk kompos.

Hal ini dilakukan agar terpenuhi kuantitas yang banyak dari hasil panen kebun kopi yang luasnta hampir 30 hektar.

(2) Untuk pemenuhan peningkatan harga kopi yang menjadi harapan petani harus dimulai melalui pemberdayaan SDM petani kopi, untuk meningkatkan kemampuan treatment serta pengolahan panen Dan pasca panen kebun yang memenuhi standar.

Dengan kualitas yang baik maka harga kopi pun akan baik, walapun pasar serta banyak peminat pada kopi asalan tetap saja kualitas harus diprioritaskan. “Karena kopi asalan dan komersil pun memiliki standar dalam spesifikasinya, salah satunya kebersihan dan kadar air juga rendemen,” ujar Salama.

(4) Perlu ada alternatif pasar untuk meminimalisir tahapan pemasaran kopi dari petani ke pembeli baik trader atau end user, agar harga kopi pada tingkatan petani dapat jauh lebih layak dari harga biasanya.

Hal ini akan menjadi bahasan utama, nantinya dalam agenda serta program dewan pengurus daerah Asosiasi Kopi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama pengurus cabang nya di 12 kabupaten Kota.

(5) Akan menjajaki tahapan usulan Ketua kelompok tani desa Salipayak Jansah untuk menjadikan desa mereka menjadi ” desa wisata edukasi kopi ” bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, dan Mitra Asosiasi kopi indonesia lainnya baik swasta , perbankan , phri Dan komunitas lainnya.

Kegiatan panen perdana kopi desa talang salipayak – Jokoh kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam ini insya Allah akan berlanjut ke beberapa kabupaten Kota penghasil kopi lainnya Di sumatera selatan, seperti di Kisam Oku Selatan, Semendo di Muara Enim, Serambi di Lahat.

Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan DPD ASKI SUMSEL dan akan dikemas lebih baik lagi menjadi agenda panen kopi sumsel yang insya Allah Akan dilakukan bersama Gubernur Sumatera Selatan dan Kepala daerah setempat sebagai bentuk kedekatan juga perhatian dan keseriusan pemerintah provinsi Sumatera Selatan dalam membangun potensi si EMAS HITAM asli Sumatera Selatan ini.

“Semoga melalui kegiatan panen kopi sederhana di Desa Talang Salipayak – Jokoh Kec.Dempo Tengah Kota Pagaralam ini, dapat memotivasi para petani kopi untuk sadar pentingnya kualitas kopi. Selain kuantitas dalam menjaring pasar yang lebih luas lagi. Kegiatan ini juga dapat menjadi semangat Sumatera Selatan untuk segera mengusulkan diri menjadi penyelenggara peringatan “Internasional Coffee Day” di masa yang akan datang.

Melalui kegiatan dan program prioritas yang berkelanjutan, DPD ASKI SUMSEL dapat terus hadir di tengah petani dan penggiat kopi untuk bersama membuka wawasan dan kebanggaan masyarakat serta coffee lovers Sumatera Selatan untuk membela membeli serta meminum kopi asli daerah sendiri.

Hal ini sekaligus membagikan pesan kepada masyarakat luas bahwa para petani dan penggiat kopi Sumsel pun mampu berperan serta dalam mewujudkan semangat dan cita cita SUMSEL MAJU UNTUK SEMUA. Meski dalam keterbatasan dan kesederhan di tengah situasi pandemi. (*)

Teks: rilis
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait