Merespon SKB 4 Menteri Kepsek SDN 15 Muaraenim Gelar Rapat

  • Bahas Pembelajaran Tatap Muka dan Daring

SWARNANEWS.CO.ID, MUARAENIM |Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama ( SKB ) 4 Menteri tentang Penyelenggaraan Tatap Muka pada Tahun Ajaran 2020 /2021 maka pihak sekolah perlu mempersiapkan dengan matang dari sekarang.

Menyikapi hal itu Kepala Sekolah SDN 15 Muara Enim , Masitah,   S.Pd mengadakan rapat kerja untuk membahas persiapan pembelajaran di semester genap pada  Januari 2021 mendatang yang rencananya akan dilaksanakan secara tatap muka.

Rapat tersebut dilaksanakan di ruang kelas SDN 15 Muara Enim, Kamis (10/12/2020). Acara  dihadiri oleh Ketua Komite SDN 15 Muara Enim Ir. Bambang Hermanto , SH  seluruh dewan guru SDN 15 dan perwakilan wali murid dari kelas 1 sampai kelas 6.

Masitah , S.Pd selaku Kepala SDN 15 Muara Enim saat membuka rapat tersebut  mengatakan SDN 15 Muara Enim tidak memaksakan semua murid SDN 15 Muara Enim untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka di semester genap mendatang. Mengingat Muara Enim masih termasuk Zona merah.

Bagi wali murid yang berkeberatan anaknya untuk mengikuti pemebelajaran secara tatap muka dewan guru SDN 15 siap memberikan pembelajaran secara  Dalam Jaringan (Daring). Namun bagi wali murid yang mengizinkan anaknya untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka SDN 15 Muara Enim sudah menyiapkan ruang kelas yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Para Dewan Guru dan orangtua/wali siswa tampak antusias mengikuti rapat tersebut.

Sementara itu  Bambang Hermanto, SH sebagai ketua komite SDN 15 Muara Enim menyatakan mendukung penuh jika pihak sekolah mau mengadakan pembelajaran secara tatap muka  yang terpenting harus memperhatikan protokol kesehatan.

Dia juga menyarankan pada kepala sekolah agar  meminta izin kepada pemerintah setempat sebelum melakukan pembelajaran secara tatap muka.  Sedangkan kalau dilihat dari surat penyataan persetujuan dari wali murid yang dikumpulkan ke pihak sekolah banyak yang menyatakan setuju kalau pembelajaran di semester genap nanti dilakukan secara tatap muka meskipun masih ada sebagian kecil oang tua murid yang masih belum setuju karena mereka masih takut untuk melepaskan anak mereka untuk belajar di sekolah karena mengingat Muara Enim masih zona merah .

Untuk itu menurut Hermanto perlu dicarikan solusi terbaik sehingga proses KBM dapat berjalan optimal sesuai yang diharapkan.

Kontributor: Sri Megawati

Editor: Sarono PS

 

 

 

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait