Meriahnya Resepsi Hesti dan Fikri

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Ratusan orang memadatai Gedung Serbaguna Pusri Palembang, Minggu (4/11) menghadiri resepsi pernikahan sekaligus memberikan doa kepada pasangan Hesti Ramalina Puti M Yobi dan Husnul Khotimah dan M Fikri Ansyori Putra M B Amras Yakinal dan Paulina Ellyani.

Mempelai pria nampak gagah dengan balutan setelan jas warna coklat muda dengan setelan kemeja hitam, sedangkan pengantin wanita nampak anggun dengan balutan gaun warna cream membuat kedua pasangan berbahagia ini nampak raja dan ratu sehari, setelah sebelumnya kedua mempelai melakukan akad nikah pagi harinya bertempat di Gedung PT Pusri Jalan Mayor Zen Palembang.

Sementara itu Brigadir Jenderal TNI (Purn) H Amras Bektam mewakili sambutan dari kedua mempelai mengucapkan selamat datang kepada undangan. “Dengan resepsi pernikahan Hesti Ramalina dan M Fikri Ansyori kami mewakili dari kedua mempelai mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran para tamu undangan,” jelasnya.

Selain itu Amras juga memberikan doa dan ucapan selamat kepada kedua mempelai.

“Semoga kedua pengantin menjadi keluarga yang berbahagia serta menjadi pengantin yang sakinah, mawaddah dan warohmah, yang Insyaallah mendapatkan keturunan putra putri yang soleh dan soleha, bertaqwa kepada Allah, berbakti kepada ibu dan bapaknya, berguna bagi keluarga, masayarakat, bangsa dan negara,” urainya.

Selain itu dirinya memohon maaf kepada para undangan apabila ada kekurangan dalam penyambutan dan penempatan dalam resepsi ini.

Setelah berbagai rangkaian acara tentunya tidak lengkap bagi kedua mempelai sebelum mendapatkan gelar, apalagi M Fikri Ansyori adalah keturunan Komering tentunya gelar atau Jajuluk harus disematkan pada dirinya dan istri.

Bagi adat Komering Jajuluk dalam bahasa Komering atau Bahasa Indonesianya pemberian gelar, adalah salah satu rangkaian prosesi pemberian gelar adat untuk suku keturunan Kumoring (Sumatera Selatan) ketika yang bersangkutan melangsungkan pernikahan atau istilahnya ”Cakak Butakat, pemberian gelar ini adalah sebagai bentuk penghargaan bagi pasangan yang baru menikah dan biasanya pemberian gelar diserahkan kepada tetua adat dengan terlebih dahulu berdiskusi dengan kedua orang tua mempelai.

Sebutan Gelar atau dikenal dengan Adok dalam bahasa komering bisa menjadi ungkapan apapun, bergantung dengan kesepakatan tetua adat. Biasanya gelar ini mengandung makna doa, harapan, atau turunan dari orangtua mereka dahulu.

M Fikri Ansyori diberikan gelar atau Jajuluk Raden Depati sedangkan untuk mempelai wanita, Hesti Ramalina di beri gelar Nai Raden Depati.

Teks : Asri
Editor : Asih

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait