Mufti Inggris: Maksimal Lima Jamaah Boleh Shalat di Masjid

 Muslim Inggris dibenarkan untuk melakukan shalat di rumah.

SWARNANEWS.CO.ID, LONDON |Mufti Inggris merilis imbauan dan panduan baru bagi masjid untuk membantu menghentikan penyebaran wabah virus corona atau Covid-19. Panduan ini dikeluarkan sejak Ahad (22/3) waktu setempat setelah beberapa masjid masih ada yang tetap membuka pintunya untuk penyelenggaraan shalat Jumat.

Kendati demikian, sebagaimana dilansir dari Lancashire Telegraph, banyak juga masjid lain yang tutup dan meminta Muslim menunaikan ibadah di rumah berdasarkan anjuran Dewan Masjid Lancashire (LCM) dan Dewan Muslim Inggris (MCB). Masjid Pusat Manchester di Victoria Park adalah masjid pertama di kawasan ini yang menyerukan penangguhan shalat Jumat.

Pertemuan terakhir untuk membahas imbauan dan panduan tersebut diadakan di Jamiatul Ilm Wal Huda di Blackburn pada 21 Maret. Pertemuan dihadiri sejumlah sarjana dan ahli hukum dari seluruh Inggris serta dokter spesialis dan ilmuwan. Pertemuan ini membahas corona dan implikasinya.

Imbauan itu menyatakan, virus mematikan telah menyebar dengan cepat dan mudah menular dari orang ke orang. Ada kebutuhan mendesak mengambil tindakan lebih lanjut untuk membendung penyebaran. Karena itu, dibenarkan untuk melakukan shalat di rumah sendiri. Namun, harus ada setidaknya empat atau lima orang yang dipilih untuk melakukan lima kali azan dan shalat di masjid.

“Mereka yang melakukan shalat di rumah harus menyisihkan waktu tertentu untuk shalat dan tepat waktu. Cukuplah untuk melakukan shalat Zhuhur sebagai pengganti shalat Jumat. Penutupan masjid seutuhnya harus dihindari, kecuali jika pemerintah mengharuskannya,” demikian bunyi imbauan setelah melewati proses pembahasan.

Imbauan ini juga meminta kaum Muslim untuk kembali kepada Allah SWT, bertaubat, dan mencari pengampunan, memberi amal, dan memohon. Mendorong shalat tahajud dan ibadah harus diterapkan dalam lingkungan rumah. Ini demi menjaga persatuan dalam komunitas dan beratnya masalah, setiap orang harus menghormati pendapat satu sama lain dalam hal ini dan tidak boleh meremehkan pendapat orang lain.

“Mereka yang memiliki orang tua lanjut usia atau anggota keluarga yang rentan harus menganggapnya suatu kehormatan untuk merawat mereka sambil melakukan isolasi sosial dan tindakan pencegahan keselamatan yang diperlukan,” kata imbauan itu.

Teks: Rep

Editor: Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait