Oknum Kades Akui Selewengkan Dana BLT Covid-19 Demi Judi dan Prostitusi

SWARNANEWS.CO.ID, MUSI RAWAS | Oknum Kepala Desa (Kades) Sukowarno, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Askari diduga melakukan penyelewengan (korupsi) dana Bantuan Langsung Tunai/BLT COVID-19 senilai seratus delapan puluh tujuh juta Rupiah. Mirisnya, hasil kejahatan itu digunakan untuk perjudian dan pelacuran (prostitusi).

“Uangnya habis untuk judi dan betinoan (pelacuran, red)”, demikian pengakuan tersangka Askari kepada awak media, Selasa (12/01/2021).

Dia mengakui terus terang melakukan
dugaan korupsi dana BLT Covid-19. Dana tahap 2 dan 3 tidak didistribusikan pada masyarakat Rp 600 ribu. “Habis semua uangnya”, ucapnya.

Sementara dalam konferensi pers Kapolres Mura AKBP Efranedy didampingi Kabag OPS Kompol Febi, Kasat Reskrim AKP Alex Ardian, menerangkan, proses penyidikan perkara dugaan Korupsi Dana BLT Covid-19 telah selesai. Kini, berkas perkara sudah dinyatakan lengkap (P21) dan akan dilimpahkan tersangka Askari beserta Barang Bukti (BB).

“Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap P21 dan segera dilimpahkan ke Kejari Lubuklinggau”, ujar Kapolres Mura.

Lanjut Kapolres, tersangka Askari tidak menyalurkan dana BLT Covid-19 pada masyarakat Rp600.000, per KK dengan kerugian Rp187.000.000. “Kami bekerjasama dengan Inspektorat Kabupaten Musi Rawas dan Kejaksaan hingga proses penyidikan perkara selesai P21″, ucapnya.

Tersangka akan dikenakan pasal 3 UU RI No 20 tahun 2001 perubahan atas pasal 31 tahun 1999 junto pasal 8 UU tindak korupsi, ancaman 20 tahun, denda minimal Rp50 juta dan maksimal Rp1 milyar.

“Tersangka belum mengembalikan kerugian negara dan diakuinya sendiri”, tegas Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy, SIK, MA.

Teks : Rehanudin Akil
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait