Pasca Ledakan Balikpapan, Pertamina Diminta Audit Seluruh Fasilitas Kilang

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) diminta untuk melakukan audit secara menyeluruh fasilitas kilang minyaknya. Hal ini wajib dilakukan menyusul kembali terjadinya ledakan di plant 5 komplek kilang Balikpapan pada akhir pekan lalu.

Salis S. Aprilian, praktisi migas sekaligus mantan Direktur Utama PT Badak NGL, operator kilang LNG Badak, mengungkapkan rentetan kejadian di beberapa kilang Pertamina termasuk dalam kategori sering, untuk sebuah fasilitas kilang.

Hal tersebut tidai bisa didiamkan dan manajemen Pertamina harus segera merespon kejadian terakhir kali ini dengan melakukan audit secara menyeluruh.

“Pertamina perlu melihat lagi sistem SHEQ (safety, health, environment, and Quality) nya. Apalagi sampai terjadi fatality (korban meninggal dunia), kata Salis kepada Dunia Energi, Selasa (17/5/2022).

Dia menjelaskan kejadian yang terkait SHEQ ini dapat disebabkan oleh 3 hal. Pertama adalah Manusia, kemudian peralatan, dan sistem. Ketiganya harus dalam kondisi kinerja yang maksimal atau high performance.

“Hal ini harus benar-benar diaudit oleh independent safety auditor, dan harus memenuhi standard internasional, seperti ISO OHSAS, ISRS, dll. Sistem mereka memiliki penilaian tingkatan (level) dimana suatu operasi (kilang) dijalankan.” jelas Salis.

Pada minggu terjadi leadakan di kilang Balikpapn. Tepatnya di plant 5 yang selama ini digunakan untuk memproduksi bahan baku pembuatan BBM.

Terdapat tiga orang luka bakar yang merupakan pekerja Pertamina dan saat ini tengah dilakukan upaya perawatan maksimal di RS Pertamina Balikpapan, dua orang korban yang terpapar panas yang merupakan pekerja dari kontraktor telah selesai perawatan di klinik dan telah kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan satu orang lagi tidak berhasil diselamatkan merupakan pekerja kontraktor. (*)

Teks: dunia energi
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait