Pelatihan Digitalisasi Pasar Tradisional di Lubuklinggau

SWARNANEWS.CO.ID, LUBUKLINGGAU | Aktivitas jual beli online makin marak dengan adanya situasi pandemi covid, dimana mengharuskan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah sehingga secara otomatis transaksi jual beli berpindah ataupun terfokus ke media digital. Tidak perlu ujug-ujug langsung berjualan melalaui platform e-commerce, pelaku UMKM termasuk pedagang pasar dengan tingkat literasi digital pemula, bisa mengoptimalkan chat Commerce dengan mengoptimalkan penggunaan aplikasi Chat seperti WhatsApp Business.

Paling tidak, ketika pasar sepi kunjungan konsumen secara fisik, pelaku UMKM dapat menyapa calon konsumennya dengan broadcast, dan memasang katalog produk yang rapi dan menarik. Transaksi dapat diselesaikan dengan COD ataupun transfer. Adopsi teknologi digital untuk optimalkan chat Commerce ini jauh lebih mudah bagi pemula, hitung-hitung sebagai ajang latihan menuju e-Commerce.

Di tengah pandemi, hampir semua pelaku bisnis mengalami penurunan omset yang drastis. Pelaku Usaha Besar pun berbondong-bondong mengoptimalkan pemasaran via saluran digital. Bahkan retail-retail modern dan besar menyediakan layanan pesanan online via WhatsApp. Bagaimana dengan pedagang kecil kita yang di pasar-pasar tradisional?

Melihat kondisi yang seperti ini, ukmindonesia.id – LPEM FEB UI dan WhatsApp serta Tumbu Accelerator menyelenggarakan Program Pelatihan Pasar Juwara untuk mengedukasi dan mencetak lebih banyak pedagang Tradisional Tapi Modern (TTM). Program ini lmembekali pedagang pasar desa (Pasar Tradisional) dengan keterampilan dasar digital berupa optimalisasi fungsi aplikasi WhatsApp Business sebagai media penjualan online (chat Commerce) dan penelitian eksperimental terkait adopsi teknologi digital pedagang pasar tradisional.

Di Kota Lubuklinggau, fasilitator ukmindonesia.id menyelenggarakan Pasar JuWAra (Program Pendampingan Digitalisasi Pasar Tradisional bersama Whatsapp di 2 (Dua) Pasar terdiri dari 4 Sesi yang berada di Kota Lubuklinggau yaitu :
1. Pasar Satelit Lubuklinggau pada hari Selasa, 30 Maret 2021
2. Pasar Satelit Lubuklinggau pada hari Rabu, 31 Maret
3. Pasar Satelit Lubuklinggau pada hari Kamis, 1 April 2021
4. Pasar Ikan Simpang Periuk Lubuklinggau pada hari Selasa, 11 April 2021

Pada pelatihan dan pendampingan ini fasilitator dari ukmindonesia.id membekali para peserta (pedagang pasar tradisional) dengan keterampilan dasar digital berupa optimalisasi fungsi aplikasi WhatsApp Business sebagai media penjualan online (chat Commerce) dan optimalisasi penggunaan smartphone mereka.

Beberapa keunggulan dari WA Business adalah dapat dibuat dengan nomor telepon rumah, serta memiliki beberapa fitur bisnis. Melalui Program ini, pedagang tradisional menjadi tahu dan bisa untuk pertama kali membuat profil bisnis yang baik, mengaktifkan fitur jawaban otomatis jika pesan masuk diluar jam kerja sehingga calon konsumen dapat menerima balasan yang cepat walau pedagang sedang tidak memegang HPnya, dan juga fitur katalog produk dan keranjang belanja yang membuat pedagang tak perlu lagi mengirimkan banyak foto produk kepada calon konsumennya yang menghabiskan banyak kuota data. Masih ada fitur-fitur lain yang dibahas agar pelayanan jualan online dapat diberikan dengan lebih prima.

Pelatihan ini juga memberikan kesadaran bahwa pintu rejeki ada di genggaman, sehingga para pelaku UMKM dapat mengoptimalkan smartphonenya selain sebagai alat komunikasi juga sebagai alat untuk meningkatkan pemasaran dan pendapatan dengan optimalisasi chat commerce. Tak berhenti disitu, peserta juga diedukasi bahwa data order yang tersimpan di WhatsApp Business dapat lebih mudah direkapitulasi menjadi catatan pendapatan penjualan yang lebih rapi, sehingga kelak dapat membantu para pedagang tradisional untuk mengakses pinjaman formal dan terbebas dari jeratan rentenir.

Sementara itu, pada saat pelatihan di Pasar Satelit, Lurah Kelurahan Pasar Satelit, Arik Sandra Jaya, MM., mengatakan bahwa kegiatan selama 3 hari ini sangat bagus sekali, dimana terlihat dari antusias peserta. Peserta yang hadir adalah para pedagang yang ada di Pasar Satelit, dengan jumlah peserta yang diundang sebanyak 45 orang dan dibagi menjadi 3 sesi, dengan jumlah peserta 15 orang per hari.

egiatan ini merupakan bagian pemeberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan dan mengangkat perekonomian di tengah wabah pandemic covid 19, dimana masyarakat bisa melakukan transaksi belanja kebutuhan tanpa tatap muka dengan cara online.

“Saya pribadi berterima kasih kepada pihak penyelenggara yang diinisiasi oleh ukmindonesia.id – LPEM FEB UI selaku pusat informasi, pengetahuan, dan kesempatan bagi UMKM yang ingin naik kelas, didukung oleh WhatsApp selaku sponsor dan Tumbu Accelerator selaku mitra pelaksana. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin. Hanya memang kami mohon dimaklumi kalau ada beberapa peserta yang tidak hadir karena memang hal seperti ini belum pernah diadakan sehingga mungkin masih ada peserta yang masih belum paham atas pentingnya kegiatan ini” ujar Arik.

Teks: Supriadi/Ril
Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait