Pelatihan Wirausaha Berikan Wawasan dan Pengetahuan Dalam Inovasi Kuliner

SWARNANEWS.CO.ID, PALI| Buah Anggur memiliki potensi kuliner yang tidak hanya buahnya saja dapat di konsumsi, tetapi daunnya juga bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi panganan yang lezat menggugah selera.

hal ini dikatakan Maman Wahari, petani anggur yang berasal dari Desa Persiapan Jerambah Besi, kecamatan Talang Ubi, pada forum Pelatihan Kewirausahaan Pelaku Usaha Kuliner dalam rangka peningkatan kapasitas koperasi dan UKM oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten PALI, Jumat (9/4/2021) bertempat di aula Rumah Makan Sejahtera, kelurahan Handayani Mulya, kecamatan Talang Ubi.

“Buah Anggur tidak hanya bisa diambil manfaatnya dari buahnya saja, tetapi daunnya juga bisa kita olah agar bisa menghasilkan. bisa dibuat kripik daun anggur dan juga bisa dipakai untuk bungkus dari kue Bugis. Bahkan kelebihannya bungkus kue bugis dari daun anggur tadi bisa langsung dimakan. Karena daun anggur juga berkhasiat untuk obat,” terang Maman.

Lebih lanjut, pria yang sudah hampir dua tahun menggeluti budidaya buah anggur itu mengungkapkan bahwa inovasi kripik daun anggur dan selai anggur serta pemanfaatan daun anggur untuk bungkus kue terinspirasi dari sejuta manfaat yang ada pada daun anggur tersebut.

“Setelah saya browsing di internet, ternyata daun anggur memiliki banyak khasiat. Diantaranya bisa mengobati sakit gigi. Melihat khasiat yang begitu banyak serta daun anggur yang ada di kebun, saya membuat terobosan untuk memanfaatkan agar memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bisa menjadi sumber penghasilan jika dikelola dengan baik.

Untuk itu saya berharap kepada peserta agar usai mengikuti pelatihan ini, ilmu yang dibagikan diserap dan dipergunakan sebagaimana mestinya dan mampu mengatasi kesulitan ekonomi di tengah wabah pandemi covid-19 seperti sekarang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Diskop UKM kabupaten PALI, Heri Saputra menjelaskan bahwa pelatihan kepada pelaku usaha kuliner bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan dalam inovasi kuliner.

“Di tengah wabah pandemi covid-19, inovasi kuliner tentu bisa menjadi solusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat PALI. Untuk itu, pelatihan ini diharapkan bisa menambah wawasan serta muaranya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat PALI,” jelas Heri Saputra.

Ia juga menjelaskan kegiatan pelatihan ini digelar selama tiga hari dari tanggal 8-10 April 2021.

“Pelatihan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik. Peserta berasal dari puluhan pelaku usaha kuliner yang ada di PALI,” tutupnya.

Teks  :   Angkut

Editor : Sarono

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait