Pemrov Sumsel Apresiasi Pemda Lahat Dalam Penurunan Stunting

SWARNANEWS.CO.ID, LAHAT | Tim penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Kota Se-Sumsel dalam pelaksanan Stunting Terintergritas Joni Awaludin, SE, MT, MA didampingi tim dari Bapeda Provinsi Sumatra Selatan, Dinkes Provinsi Sumatra Selatan, DPMD Provinsi Sumatra Selatan, DKPP Provinsi Sumatra Selatan, Disperkim Provinsi Sumatra Selatan mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Lahat yang mana Bupati ikut dalam kegiatan Penilaian Kinerja Stunting guna mengetahui Penilaian Kinerja Konvergensi percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Lahat.

“Sektor pembangunan Bappeda Lahat Merupakan Leding sektor vital dalam hal perencanaan pembangunan yang merata, juga di dukung oleh dinas terkait Pemda, ormas, tim Pengerak PKK Lahat, perusahaan tambang, perangkat desa sampai sampai ke masyarakat harus lah secara bersama sama Bersinergi guna pencegahan dan penurunan Stunting di Kabupaten Lahat. kembali harapan kami selaku tim penilai diharapkan pemerintah Kabupaten Lahat Kedepanya jangan kendor untuk menekan angka stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lahat Cik Ujang,SH menyampaikan bahwa Kabupaten Lahat memiliki luas 4.300 meter persegi serta jumlah penduduk nya 431.394 jiwa, Kabupaten Llahat juga memiliki 24 kecamatan 360 desa dan 17 kelurahan batas wilayah kabupaten lahat berbatasan kabupaten muara enim dan sebelah selatan berbatasan dengan Bengkulu Selatan provinsi Bengkulu, kota Pagaralam, sebelah timur berbatasan dengan kabupaten muaraenim.

Dilanjutkan Cik Ujang, dimana sebelah barat berbatasan dengan kabupaten empat Lawang, juga kabupaten lahat telah mempunyai pecahan kabupaten-kota di Sumsel ada dua yang pertama kota Pagaralam, satunya lagi kabupaten empat Lawang.

“Pada tahun 2019 ada 11 Lokus Stunting terdiri dari 9 desa dan 2 kelurahan. Dapat diketahui tahun sebelumnya ada 5 desa dan 1 kelurahan yang mengalami peningkatan kasus stunting dikarenakan jumlah balita yang di ukur pada tahun 2019 =60,4% sedangkan di tahun 2020 menjadi 80,3,3% sedangkan untuk 4 desa dan 1 kelurahan mengalami penurunan Kaskus stunting dikarenakan interpensi yang tepat sasaran,” jelasnya.

Cik Ujang juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat serius untuk mencegah stunting di Kabupaten Lahat Kedepanya.

Mendengar penjelasan dari Bupati Lahat tersebut, Tim penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Kota Se-Sumsel dalam pelaksanan Stunting Terintergritas Joni Awaludin, SE, MT, MA mengucapkan selamat atas capian includ data tercepat 83,3%, dimana includ data tercepat ini salah satu reward bagi mereka yang mana Lahat ditahun sebelumnya merupakan kabupaten yang tertinggal inpud datanya dan sekarang Kabupaten Lahat yang berhasi mengejar ketertinggalannya.

“Ini merupakan keberhasilan kita, dengan aktif tidaknya Posyandu dapat dilihat dari inpud data yang dikirim melalui website kami, nah sekarang PKK dan unsur terkait Posyandu walau di tengah pandemi harus tetap jalan tidak boleh berhenti upayakan bahwa setiap Posyandu tidak boleh bayi yang tidak di timbang setiap bulanya, kalau capaian 80 % itu belum maksimal, apalagi cita cita Bupati Lahat ingin zero stunting,” sampainya.

“Mudah mudahan Kedepanya dengan pemahaman dan kesadaran masyarakat Kabupaten Lahat semoga mencapai predikat Lahat Kabupaten sehat dapat tercapai,” doanya.

Teks: Jumra
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait