Pengaduan dari Masyarakat Satresnarkoba Polres Banyuasin Bergerak Cepat

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Pada Selasa 27 Mei 2021 sekitar jam 09.30 Wib, Sat Resnarkoba mendapatkan pengaduan dari masyarakat desa Tebing Abang Rantau Bayur, Banyuasin. Mengenai seringnya transaksi jual beli dan kegiatan mengonsumsi Narkotika jenis Shabu di sebuah pondok di dalam Kebun Karet Dusun I Desa Tebing Abang Rantau Bayur Banyuasin. Sebah ini berpotensi merusak Generasi Muda di desa Tebing abang dan sekitarnya.

Demikian dikatakan Iptu Jatrat Tunggal, Kasat Narkoba Polres Banyuasin, Minggu (30/5/21). Mendapatkan Informasi tersebut, Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan. Dan dari penyelidikan yang dilakukan ternyata informasi tersebut memang benar.

“Pada Sabtu 29 Mei 2021 sekitar pukul 19.00 Wib, kami berserta tim melakukan penggerebekan terhadap pondok tersebut. Pada saat penggerebekan ditemukan empat orang sedang mengonsumsi narkotika diduga jenis sabu. Namun hanya 1 orang yang berhasil diamankan. Sementara ketiga orang lainnya berhasil melarikan diri ke kebun karet,” jelas Jatrat.

Pada saat diinterogasi, pelaku yang tertangkap mengaku bernama RP, yang merupakan pimpinan salah satu media di Banyuasin.

Selanjutnya lanjut Jatrat, dilakukan penggeledahan. Barang bukti yang diamankan di pondok tersebut adalah 2 (dua) buah pirek kaca yang masih terdapat sisa narkotika diduga Jenis shabu, 2 (dua) buah bong atau alat hisab yang terbuat dari botol minuman, 7 (tujuh) Buah Pirek Kaca Kosong, 10 (sepuluh) Buah jarum, 1 (satu) Ball Plastik Klip Kosong, 1 (satu) Buah Parang dan 1 (satu) Buah kotak Plastik warna Putih,” ungkap Jatrat.

“Pada saat selesai penggeledahan, Satresnarkoba berusaha membawa RP ke jalan utama yang berjarak kurang lebih 200 meter dari TKP pondok tersebut. Namun di tengah perjalanan dihadang 2 orang pria yang salah satunya membawa Katana. Mendapati hal tersebut, kami menjelaskan bahwa kami anggota Satresnarkoba Polres Banyuasin dan mengamankan 1 bilah senjata tajam jenis Katana,” ujar Jatrat.

“Dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke arah jalan utama. Namun sesampainya di jalan utama kami sudah ditunggu oleh massa yang sebagian besar membawa senjata tajam. Melihat hal itu saudara RP memberontak dan memprovokasi warga. Memanfaatkan situasi tersebut, saudara RP memanfaatkan situasi untuk melepaskan diri dari Satresnarkoba,’ tutupnya. (*)

Editor : Nasir
Editor : Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait