Perempuan Agen Perdamaian, Wagub Sumsel : Pemahaman Radikalisme

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG- Peran perempuan sangat penting sebagai pembina anak-anaknya kedepan agar generasi tidak terpengaruh oleh pemahaman radikalisme.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya usai membuka acara Pencegahan dan Terorisme oleh Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Sumsel, bertemakan Perempuan agen Perdamaian, Rabu (12/8/2020).

Harapannya, acara diselenggarakan ini akan terus berlanjut sampai ketingkat kabupaten, terlebih lagi diberikan pembekalan kegiatan tentang keagamaan agar situasi dan kondisi ini dapat dimanfaatkan melalui pemahaman-pemahaman.

” Perempuan Sumsel saya harap tidak seperti di daerah Poso mudah terpengaruh pada pemahaman aliran mengarah ke terorisme,” kata mantan Bupati Ogan Ilir Dua periode ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Sumsel, Fitriana
menyampaikan terkait potensi radikalisme di Sumsel oleh Badan Nasional Pencegahan Terorisme melalui FKPT Sumatera Selatan.

“Tadi sudah di sampaikan ketua FKPT bahwa sejak tahun 2015 potensi radikalisme di Sumsel cukup tinggi diangka 55 persen. Tahun 2019 mengalami penurunan 37 sekian persen. Artinya, pembinaan yang dilakukan berbagai macam kegiatan
terutama bidang media, pemuda, agama, perempuan dan anak,” jelasnya.

Kemudian, upaya yang dilakukan untuk pencegahan, kata Fitriana agar paham radikalisme tidak masuk melalui perempuan khususnya ibu-ibu.

” Seorang ibu adalah pendidik utama bagi anak-anak dalam mendampingi serta mitra dari anak di rumah, dan suami tempat diskusi terkait informasi, paham-paham yang didapat melalui offline seperti di sekolah, tempat ceramah keagamaan dan lainnya,” ucap Fitriana.

Acara dihadiri perwakilan 53 organisasi -organisasi di Sumsel, dan Aparatur sipil negara (ASN), tujuannya, melalui organisasi -organisasi bisa menitipkan tugas sesuai dengan peran dan fungsi dalam menyampaikan bahwa perempuan itu harus cerdas menyikapi fenomena terjadi di masyarakat khusus penyebaran faham radikal perempuan dan anak.

 

Teks : Iwan

Editor : Sarono

 

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait