“Pergerakan Dakwah Muhammadiyah Dalam Mendukung Terwujudnya Musi Rawas Maju, Mandiri Dan Bermartabat (Mantab)”

Oleh, Triono, SE, M.Si
“Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Musi Rawas”

 

Muhammadiyah melalui gerakan Islam dan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, berakidah Islam dan bersumber dari Al-Quran dan Sunnah. Sebagai gerakan dakwah Islam Muhammadiyah memiliki tujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar benarnya. Organisasi ini didirikan di Kauman Jogjakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 1330 H bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 Masehi oleh KH. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah seringkali mengenalkan dirinya sebagai gerakan Islam berkemajuan, bahkan sejak awal berdirinya KH Ahmad Dahlan menyebut watak Islam adalah agama berkemajuan. Pikiran Kyai Dahlan tersebut tentunya tidak terlepas dari perjumpaan beliau dengan ketiga gurunya seperti Jamaludin Al-Afghani, Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha.

Ketiganya merupakan pelopor gerakan pembaharuan Islam di mesir abad ke-19. Singkatnya, Islam Berkemajuan yang dicita-citakan oleh Kyai Dahlan ialah senantiasa senafas dengan semangat perkembangan zaman. Muhammadiyah menyebut dirinya sebagai gerakan “Islam Berkemajuan” adalah sebagai bentuk  respon atas globalisasi yang muncul dalam pergumulan peradaban. Situasi zaman memaksa Muhammadiyah untuk mengejawantahkan visi berkemajuannya dalam praksis gerakan nyata. Meminjam Istilah Din Syamsuddin (2015), berkemajuan menyiratkan adanya keberlangsungan, dan bahkan perkembangan, sebagai usaha yang terus-menerus untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang bermakna (sustainable development with meaning).

Alhasil, gerakan “Islam Berkemajuan” yang dibawa Muhammadiyah di abad pertama tebukti cukup berhasil. Hal ini dibuktikan Muhammadiyah melalui praksis gerakannya dalam menjawab tantangan keummatan, kemanusiaan dan kebangsaan. Seperti upayanya dengan mendirikan Lembaga pendidikan, rumah sakit, panti asuhan dan berbagai amal usaha lainnya. Berbagai amal usaha yang didirikan tersebut tidak terlepas dari peran KH Ahmad Dahlan yang mampu mengkontekstualisasikan ajaran Islam dengan semangat kemajuan zaman.

Berkemajuan yang dicanangkan Muhammadiyah pada Muktamar tahun 2015 ini, yang kemudian diadopsi oleh permusyawaratan di tingkat bawahnya (Muswil, Musda, dan Muscab), menjadi mainstream gerakan yang perlu dipahami bersama. Berkemajuan bukan jargon tentunya. Berkemajuan adalah sebuah komitmen gerakan. Muhammadiyah tidak terbiasa dengan slogan-slogan tanpa makna. Membangun gerakan sejak awal kelahirannya Ahmad Dahlan dilakukan dengan aksi, bukan mainan kata-kata.

Gerakan Muhammadiyah berkemajuan yang menjadi semangat kami di tingkat Daerah terutama Daerah Kabupaten Musi Rawas ternyata juga di adobsi oleh perumus Visi Misi yang diusung oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Ibu Hj. Ir. Ratna Machmud dan Hj. Suwarti yang akhirnya memenangkan kontestasi Pilkada tahun 2020 menjadi Bupati Musi Rawas tahun 2021 s/d 2024.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Musi Rawas beserta Ortom lainnya yaitu Aisyiah, Pemuda Muhammadiyah dan Kokamnya, Nahdatul Aisyiah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Hizbulwathon, Tapak Suci mendengar konsep pembangunan diawali dengan kata MAJU melalui VISI nya, hatinya langsung semriwing atau bergetar untuk mendukung gerakan tersebut. Artinya gerakan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Musi Rawas berkomitmen akan mendukung dan mendorong terwujudnya Visi Misi Mura Mantab. Sebelum Bupati Musi Rawas Hj. Ir. Ratna Machmud mencalonkan diri dengan jargon “MURA MANTAB”, gerakan kami telah lebih dulu mengusung konsep Maju sesuai dengan titahnya. Maka dengan itu dengan sinerginya program Pemerintah Musi Rawas saat ini melalui VISI nya yaitu :

  1. MAJU

Muhammadiyah Musi Rawas sejak lama mendorong kemajuan Kabupaten Musi Rawas melalui dakwah di bidang pendidikan dengan mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah diantaranya PAUD/TK sebanyak 19, SD Muhammadiyah sebanyak 2, SMP Muhammadiyah sebanyak 4, MTS Muhammadiyah sebanyak 2, MBS sebanyak 1, SAM Muhammadiyah sebanyak 1, SMK Muhammadiyah sebanyak 1. Cita-cita mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah melalui pendidikan bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, namun semuanya ini adalah asset Muhammadiyah yang mana awalnya merupakan bagian dari sumbangan/hibah warga untuk dikelola oleh persyarikatan Muhaamadiyah untuk dijadikan ladang amal jariyah melalui dakwah pendidikan dan secara luas untuk mendorong dan mendukung kemajuan Kabupaten Musi Rawas untuk meningkatkan pendidikan, mengentaskan kemiskinan melalui ilmu pendidikan dan memberikan beasiswa bagi warga tidak mampu untuk dapat melanjutkan pendidikan di Muhammadiyah. Selanjutnya untuk saat ini Muhammadiyah Musi Rawas sedang berupaya mendirikan Perguruan Tinggi di Kabupaten Musi Rawas. Cita-cita ini muncul sejak Bupati Musi Rawas H. Ridwan Mukti yang sangat mendukung adanya Perguruan Tinggi. Muhammadiyah yang sudah memiliki pengalaman memiliki Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang tersebar di Wilayah Indonesia yakni, 62 perguruan tinggi, yang terdiri dari 57 universitas, 80 sekolah tinggi, 5 akademi, 7 institut, 3 politeknik, serta 8 Perguruan Tinggi Aisyiyah. Hal ini yang mendorong semangat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Musi Rawas akan mendirikan Institut Teknologi Muhammadiyah Sumatera (ITMS) di Kabupaten Musi Rawas. Dengan adanya Perguruan Tinggi akan mendorong Musi Rawas menjadi daerah peradapan maju yang memiliki pendidikan mulai dari Paud hingga Perguruan Tinggi untuk membangun SDM yang berkemajuan.

  1. MANDIRI,

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS 13: 11). Selanjutnya sabda Rasulullah SAW “Untuk membangun kemandirian ini, Rasulullah SAW selalu menegaskan kepada sahabat-sahabatnya bahwa tangan yang di atas (memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (mengemis atau meminta). (HR Bukhari-Muslim). Sikap MANDIRI ternyata telah di tuliskan di Kalam Ilahi dan banyak hadist Rasulullah membahas tentang kemandirian. Dimulai dari kemandirian prilaku individu yang selanjutnya menjadikan kemandirian tersebut berdampak positif di sekitarnya.

Sejak pemekaran Kabupaten Musi Rawas dengan Lubuklinggau tahun 2001, Musi Rawas dipandang masih tertinggal daripada Kota Lubuklinggau. Padahal Musi Rawas memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam yang lebih tinggi. Diantaranya : 1) Potensi perdagangan dan jasa; 2) Potensi Perindustrian; 3) Potensi Pariwisata dan 4) Potensi Pertambangan. ke empat potensi tersebut jika dikelola dengan sungguh-sungguh oleh Pemerintah akan berdampak pada peningkatan asset Pendapatan Daerah Kabupaten Musi Rawas. Program MANDIRI yang disuguhkan oleh Pemerintah saat ini jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan menjadikan Kabupaten Musi Rawas beserta warganya menjadi makmur.

Menggali dan mengembangkan potensi aset di Musi Rawas secara mandiri dan mampu mendatangkan investor luar untuk meningkatkan produksi sumber daya alam seperti minyak bumi, gas dan batu bara harus segera dilakukan oleh pemerintah daerah karena masih ada SDA yang belum tergali seperti batubara dan gas bumi. Hal ini perlu hadir sosok pemimpin yang kuat dan memiliki kemampuan leadership dan jaringan komunikasi yang luas untuk mendorong investor luar yakin menanamkan modalnya guna meningkatkan Pendapatan Daerah. Selain itu potensi aset dari perdanganan dan jasa, perindustrian dan pariwisata sesungguhnya dapat ditiingkatkan dengan cara fokus pelaksanaan melalui pembangunan, pemberdayaan dan pengelolaan. Tidak hanya dibangun dan dikelola dari unsur pemerintah saja namun melibatkan masyarakat secara langsung baik melalui kerja sama dengan Organisasi Masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat setempat. Pelibatan pembangunan dan pemberdayaan dengan Ormas dan LSM juga dapat menciptakan kemandirian secara langsung oleh masyarakat dan akhirnya dapat saling menguntungkan dan meningkatkan perekonomian antara pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan Masyarakat.

Ormas Muhammadiyah hadir di Musi Rawas dengan kader-kader yang tersebar baik di lembaga pemerintahan, swasta dan ahli pemberdayaan siap mendukung program menciptakan kemandirian dalam pembangunan musi rawas kedepan. Program kemandirian yang dijalankan secara sinergi antara pemerintah dengan melibatkan masyarakat baik individu dan kelompok akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang pada akhirnya mengakibatkan pada pertumbuhan semakin banyak ketrampilan yang dimiliki seseorang sehingga semakin baik kemampuan berpartisipasinya.

  1. BERMARTABAT

Hal yang menjadi dasar pembangunan dalam terbentuknya kehidupan masyarakat yang madani dan bermartabat adalah dengan pembangunan berkarakter. Tugas ini menjadi kewajiban semua elemen untuk mewujudkan Musi Rawas yang bermartabat melalui pendidikan berkarakter. pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi beberapa komponen. Seperti pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai yang baik tersebut. Artinya untuk menciptakan masyarakat Musi Rawas mampu menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan beretika termasuk di dalamnya RAMAH sebagai ciri khas Musi Rawas harus dimulai dengan pendidikan berkarakter.

Muhammadiyah Musi Rawas sangat mendukung dalam menciptakan masyarakat yang ramah dan bermartabat melalui program pemerintah yang akan membantu di dunia pendidikan dan keagamaan. Sekali lagi dengan pelibatan masyarakat secara langsung baik melalui Ormas yang ada di Musi Rawas seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dan ormas lainnya dalam menciptakan manusia berkarakter. Banyak nya sekolah yang berbasis Pondok Pesantren, rumah tahfidz, dan sekolah madrasah akan membantu terciptanya pendidikan karakter masyarakat Musi Rawas. Muhammadiyah melalui amal usaha persyarikatan juga telah mendirikan madrasah yaitu Muhammadiyah Bording School yang berada di Kecamatan STL Ulu Terawas dengan konsep pendidikan Islam Modern guna menciptakan SDM yang berakhlakul karimah. Seluruh Amal Usaha Muhammadiyah adalah aset persyarikatan Muhammadiyah bukan milik pribadi yang tujuannya untuk berdakwah menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan menebar kebaikan.

Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait