Pesantren di Muara Padang Banyuasin Kembangkan BIL Bioflok

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Budidaya Ikan Lele (BIL) dengan sistem Bioflok, merupakan terobosan baru dan program inovasi yang pertama kali ada di Desa Muara Sugihan Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin.

Dengan adanya budidaya ikan lele sistem Bioflok tentunya sangat membantu perekonomian, penghasilan dan keterampilan masyarakat desa tersebut khususnya anggota kelompok, yang dapat membantu usaha di MTs Daarul Abroor 2. Yakni Pondok Pesantren Daarul abroor, serta menjadi keterampilan dan pembelajaran wirausaha bagi para Santriwan dan Santriwati.

Sobirin, Ketua Pokdakan MTs Daarul Abroor 2 mengatakan, budidaya ikan lele sudah dirintis mulai Tahun 2018. Masih memakai sistem tradisional atau kolam tanah, karena keterbatasan pengetahuan dan sarana yang dimiliki.

“Alhamdulillah, tahun 2020 kami mendapat bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Jambi, berupa budidaya ikan lele sistem bioflok. Bantuan yang kami terima 10 kolam, 30 ribu bibit ikan, pakan dan perlengkapan lainnya,” ujar Sobirin.

Ditambahkan Sobirin, Budidaya Ikan Lele di Desa Marga Sugihan ini bisa terus berjalan dengan baik, sehingga dapat menyebar ke lapisan masyarakat yang nantinya dapat memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan MTs Daarul Abroor 2, Pondok Pesantren Daarul Abroor.

“Kami mohon kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dinas Perikanan Kabupaten dan Provinsi. Semoga di tahun depan dapat mengalokasikan bantuan di usaha kami ini berupa bibit ikan dan mesin pembuatan pakan ikan, agar dapat mengurangi biaya pembelian pakan, dan meningkatkan penghasilan,” harapnya.

Sementara Nurrosyid, Kepala Desa Marga Sugihan Jalur 18 mengatakan, dengan adanya inovasi ikan lele bisa membantu terutama untuk kebutuhan para santri di Ponpes Daarul Abroor 2. Dan selebihnya bisa untuk dijual ke masyarakat sekitar, terutama Desa Marga Sugihan dan Desa Sido Rejo Kecamatan Muara Padang.

“Ke depan budidaya ikan lele di pesantren ini bisa menjadi contoh bagi masyarat khususnya Desa Marga Sugihan. Dengan tujuan mendidik masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan sebagai peternak lele bioflok. Untuk bibitnya kita dibantu beserta obat-obatan dan pakan untuk beberapa kali panen. Setelah itu dengan hasil dari ikan lele itu kita pergunakan beli lagi,” tutupnya. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait