Petani Kopi Pagaralam Sasar Pasar Ekspor

SWARNANEWS,PAGARALAM | Petani kopi asal Pagaralam, Sumatera Selatan, untuk meningkatkan perkonomian petani selain menyasar pasar lokal juga menyasar pasar ekspor biji kopi premium yang menawarkan harga lebih tinggi dibandingkan harga pasar lokal.

Ahmad Andriansyah, Ketua DeWiSekopi Besemah mengatakan, kami selain menyasar pasar lokal juga menyasar pasar ekspor karena untuk meningkatkan harga jual kopi, harga biji kopi (green bean) untuk pasar premium dipatok pembeli sekitar Rp34.000/Kilogram dengan kualitas premium, sementara untuk pasar lokal biji kopi (green bean) asalan hanya Rp19.000/kg, Ada perbedaan yang cukup jauh sehingga saat ini banyak petani yang tertarik.

“Akan tetalu belum seluruh petani kopi di Pagaralam mau menjual produk premiun lantaran mereka harus mengubah kebiasaan dalam kegiatan setelah panen,”tutunya, selasa (15/12/2020).

Lanjut Ahmad, Untuk itu pembeli menerapkan aturan yang cukup ketat terkait kegiatan usai panen ini mengingat produk biji kopi ini akan diekspor ke luar negeri, kami juga harus menjaga kehiegenisan, mulai dari harus petik merah, jemurnya 30 hari lamanya, hingga tidak boleh di jemur di tanah atau di atas jalan beraspal. Harus di atas para-para (balai-balai tempat menjemur yang berjarak 70 cm dari tanah.

Sementara terpisah, Kristian, petani kopi mengatakan, biasanya dalam dua pekan paska panen, petani sudah mendapatkan uang dari pengepul, kini dengan metode pengolahan yang baru setelah panen secara higienis itu maka mereka harus menunggu hingga 30 hari.

“Masih banyak yang belum mau berubah, tapi sudah banyak juga yang mau ikut karena harganya lebih mahal,”pungkasnya.

Teks : Reri Alfian
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait