Petani MUBA Optimalkan Rawa untuk Padi

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG, 26/12 /2019 | Sejumlah petani di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan mengoptimalkan lahan rawa untuk menanam padi berkat diluncurkannya program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) oleh Kementerian Pertanian di daerah tersebut.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jaya Bersama Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Romsi Kuris di Sekayu Kamis mengatakan program Serasi ini mengajarkan petani memanfaatkan rawa untuk dua kali masa tanam karena adanya perbaikan tata kelola air.

“Selama ini kami hanya satu kali tanam dalam satu tahun, tapi dengan adanya program Serasi menjadi dua kali tanam,” kata dia.

Ia melanjutkan, berkat adanya sistem pengairan yang baik ini membuat petani menjadi bersemangat dalam menggarap lahan rawa.

“Dulu kalau musim penghujan tidak bisa menanam karena airnya terlalu tinggi, sedangkan saat kemarau justru kekeringan. Kini telah dibangun pintu air yang nanti bisa mengatur ke luar dan masuknya air,” kata dia.

Sejauh ini sebanyak 175 orang petani dari 7 kelompok tani telah menerapkan program Serasi ini, yakni tepatnya pada lahan seluas 145 hektare.

Bendahara Gapoktan Aneka Tani Desa Kasmaran Kamal menambahkan petani sangat terbantu oleh program bersumber dari dana APBN tersebut karena dibangunkan infrastruktur pintu air.

“Harapan kami lebih banyak petani yang merasakan manfaatnya, karena di desa kami ada sekitar 300 orang petani,” kata dia.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Pertanian (DTPHP) Kabupaten Musi Banyuasin A Thamrin mengatakan program pengoptimalan lahan rawa ini merupakan program unggulan Kementerian Pertanian untuk swasembada beras.

Dalam program ini, petani dibantu penataan kelola air dengan sasarannya yakni lahan rawa, lahan rawa pasang surut dan rawa lebak.

“Sehingga nanti bisa meningkatkan indek pertanaman selama ini sekali tanam ke depan bisa dua kali, ” katanya.

Sementara itu, pada 2019 Kabupaten Musi Banyuasin mengajukan seluas 5,143 hektare untuk program optimasi lahan. Berdasarkan hasil SID (Survei Investigasi Desain) diputuskan hanya 31.300 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan yakni Kecamatan Lalan, Lais, Lawang Wetan, Sekayu, Babat Supat, Babat Toman, Sanga Desa, Sungai Lilin dan Bayung Lencir.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait