Polda Sumsel Tangkap Tangan Tujuh Terduga Pelaku Premanisme di Simpang Pelabuhan Perahu Layar Pinishi Kalidoni

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Diduga melakukan tindakan premanisme dan pungli terhadap kendaraan truk muatan semen dan muatan CPO, di Simpang Pelabuhan Perahu Layar Pinishi, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni Palembang, Selasa (15/6/2021) sekitar pukul 13.30 WIB. Tujuh orang pemuda diamankan Unit Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumsel. Ketujuh pemuda ini bakal diproses secara hukum usai tertangkap tangan beberapa jam setelah kejadian.

Ketujuh pria ini yakni Iskandar (38) warga Jalan Mayor Zein, Lorong Musi Bahagia, Kecamatan Kalidoni, Robi Iswanto (42) warga Jalan Mayor Zein, Lorong Tiga Sekata, Kecamatan Kalidoni, Andriyadi (48) warga Jalan Pinishi, Kecamatan Kalidoni, Rian Rusdi (35) warga Jalan Mayor Zein, Lorong Tiga Bersama, Kecamatan Kalidoni, Endang (46) warga Jalan Mayor Zein Sei Lais, Kecamatan Kalidoni, Asnawi (33) warga Jalan Pinishi, Kecamatan Kalidoni dan Marta Dinata (34) warga Jalan Pinishi, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Supriadi MM, membenarkan adanya penangkapan tujuh orang pemuda yang diduga melakukan tindakan premanisme dan Pungli terhadap kendaraan Truk muatan semen dan Truk muatan CPO di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Anggota kita Unit Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumsel mendapat informasi dari masyarakat, bahwa sering terjadinya aksi premanisme dan pungli yang terjadi terhadap sopir mobil truk pengangkut semen dan CPO. Mengangkut muatan tersebut dari Pelabuhan Perahu Layar Pinishi Sei Lais Palembang,” ujarnya, Kamis (17/6/2021).

Kemdian beberapa jam setelah kejadian tepatnya pukul 15.30 WIB, anggota unit Intelair langsung melakukan under cover di wilayah simpang Pelabuhan Pinishi Sei Lais Palembang. Dengan cara ikut di dalam mobil truk yang bermuatan semen asal dari pelabuhan perahu layar pinishi, guna memastikan informasi adanya tindakan premanisme dan pungli di wilayah tersebut.

“Kemudian setiba di Simpang Pinishi, anggota kita melihat adanya tindakan pungli yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap sopir mobil truk yang ditumpangi oleh anggota Intelair yang sedang under cover,” ungkapnya.

Lalu sekitar pukul 16.30 WIB, Team Unit Intelair yang dipimpin langsung Kasi Intelair, AKP BENI WIJAYA SH beserta anggota patroli Dit Polairud Sumsel, melakukan sweeping di lokasi yang diduga sering dijadikan tempat aksi premanisme dan pungli yang berada di Simpang Pelabuhan Perahu Layar Pinishi Sei Lais Palembang.

Kemudian team intelair menemukan dan mengamankan sebanyak tujuh orang yang berada di lokasi tersebut. Diduga ke tujuh orang tersebut sering melakukan aksi premanisme dan pungli di seputaran Sei Lais Palembang.

“Dari Interogasi yang dilakukan terhadap orang tersebut yang dilakukan anggota kita, bahwa mereka melakukan aksi pungli sudah berjalan selama lebih kurang satu tahun dengan modus melakukan upaya pengaturan lalu lintas kendaraan yang keluar masuk dari pelabuhan pinishi,” ungkapnya.

Dari tiap mobil truk yg melintas dimintai oleh para  pelaku sebesar Rp 2.000 hingga Rp 5.000. “Untuk barang bukti yang kita amankan berupa uang tunai Rp 106.000,” tambahnya.

Kombes Pol Supriadi MM menegaskan, pemberantasan pungli dan premanisme tidak akan berhenti disini saja. “Ini baru awalnya saja, kita akan terus melakukan pemberantasan segala macam bentuk premanisme hingga pungli sehingga wilayah Sumsel akan aman dan zero premanisme dan pungli,” tukasnya. (*)

Teks: rilis
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait