Polsek Rantau Bayur Banyuasin, Amankan Tiga Pelaku Ilegal Fising

SiWARNANEWS.CO.ID,BANYUASIN | Kepolisian Resort (Polres) Banyuasin melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Rantau Bayur, menangkap tiga orang terduga pelaku penyetrum ikan di bantaran suangi musi. Ketiganya, HI (41),TO (20) dan AK(23), warga Dusun 4 Desa Lebung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar S.IK melalui Kapolsek Rantau Bayur Iptu Halim Kosumo SH melaui Ponselnya membenarkan, pihaknya telah menangkap tiga terduga pelaku penyentrun ikan. Oleh jajaran Polsek Rantau Bayur pada Selasa 16 Juni 2020 lalu. Tepatnya di Sungai Kesambi Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur.

“Meninjau lokasi, kami langsung menangkap tiga orang tersebut. Saat ini baik pelaku maupun barang bukti alat untuk menyetrum ikan dan lainnya telah kami amankan di Mapolsek Rantau Bayur, guna untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Iptu Halim kepada wartawan media ini, Minggu (20/06/2020).

Dijelaskan Iptu Halim, penangkapan pelaku berawal dari laporan masyarakat bahwa ada tiga orang sedang melakukan aktivitas menyetrum ikan di pinggiran aliran Sungai Musi. Adanya laporan tersebut pihaknya tidak membuang waktu langsung meluncur ke tempat kejadian perkara.

“Setelah kami tiba di lokasi, memang benar kami melihat ada tiga orang yang sedang melakukan aktifitas penyetruman ikan, menggunakan alat sentrum yang sudah di rakit di dalam perahu ketek. Setelah terbukti melakukan kesalahan tiga orang tersebut kami amankan bersama barang bukti yang dimiliki,” ujarnya.

Kapolsek Rantau Bayur yang memimpin langsung dan menindak lanjuti dari laporan masyarakat, bersama anggota langsung menyergap dan memeriksa perahu ketek tersebut. Ditemukan alat setrum ikan di dalam perahu ketek. Ketiga pelaku dan barang bukti yang diamankan, dua unit perahu ketek, alat setrum ikan, mesin dan ikan hasil tangkapan.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 84 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan, diubah dan ditambah UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan UU RI No 31 Tahun 2004. di ancam hukuman 6 tahun Penjara dan denda 1,2 Milayar rupiah,” jelasnya.

Untuk itu, Kapolsek Rantau Bayur menghimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Rantau Bayur, agar tidak melakukan aktivitas menyetrum maupun meracun ikan. Karena ini merupakan tindakan melawan hukum, jangan sampai hal semacam ini terulang lagi.

“Dalam melakukan tindakan melawan hukum kami tidak main-main dengan masalah ini. Mengingat masyarakat Kecamatan Rantau Bayur lebih dari 40 persen nelayan yang hidupnya bergantung dengan hasil mencari ikan secara tradisional. Jadi, jika meraka melakukan Ilegbershing, tentunya merusak ekosistim sungai maupun laut maka akan kami tindak tegas,” ungkapnya. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait