Proyek Penambalan Jalan Lintas Prabumulih Palembang Diduga Lalai Dengan SMK3 Dan Permen PU.

SUWARNANEWS.CO.ID,Muara Enim, kegiatan penambalan Jalan lintas Prabumulih Palembang yaitu jalan Jendral Sudirman tepatnya sesudah gerbang pebatas antara Kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim diduga Kuat abaikan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU), karena terlihat secara jelas di lokasi kegiatan, para pekerjanya tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD)/safety secara maksimal.

Pasal yang di langgar yaitu, berkenaan dengan Safety atau APD untuk para pekerja kontruksi proyek pemerintah yang sudah di atur oleh PERMEN PU. Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) Kontruksi Bidang Pekerjaan Umum, dengan jelas bunyi dari pasal. 4 ayat (1) setiap penyelengaraan pekerjaan kontruksi bidang Pekerjaan Umum wajib menerapkan SMK3 kontruksi bidang PU. Pasal 8 ayat (11) Penyedia Jasa yang telah ditetap sebagai pemenang, wajib melengkapi RK3K dengan rencana penerapan K3 Kontruksi untuk seluruh tahapan pekerjaan.

Dilokasi kegiatan terlihat jelas para pekerja tidak dilengkapi sarung yang lengkap serta helm pelindung kepala tak semua kariawan yang memakiannya. Padahal, Risiko K3 kontruksi Adalah ukuran kemungkinan kerugian terhadap keselamatan umum, harta benda, jiwa manusia dan lingkungan yang dapat timbul dari sumber bahaya tertentu yang terjadi pada pekerjaan kontruksi.

Di lihat di lokasi dengan pantauwan media ini proyek tersebut tidak memiliki pelang Proyek yang menyebutkan proyek tersebut dari mana jumlah angarannya dari dana apa dan berapa jumlah anggaran penampalan jalan tersebut.

Pengemudi motor pun mengelu dan merasa takut karena proyek penambalan jalan ini tidak ada tanda aktifitas adannya perbaikan jalan.

Dwi lelaki pengendara motor yang lewat, saat diwawancarai mengatakan saya kaget melihat adaanya peroyek penambalan jalan yang sudah dari kemaren di keruk dan melihat tidak adaanya tanda atapun rambu rambu bahwa ada perbaikan jalan ia takut akan adaanya terjadi kecelakaan akibat tidak adaanya keperdulian pihak pemborong jalan, dengan rambu rambu yang semestinya di pasang.

“Sewaktu saya lewat saya terkejut melihat adannya perbaikan jalan, awalya saya binggung kenapa macet tetapi tak panjang pas saya lihat ada perbaikan jalan yang sudah di keruk kemaren”.

Teks: Taufik
Editor: Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait