PT HK Diduga Tak Peka Terhadap Penderitaan Warga,Pembangunan Jalan Tol Simpang Indralaya-Muara Enim akan Distop

SWARNANEWS.CO.ID, INDRALAYA OI   I Proses pembangunan jalan  Tol Simpang Indralaya-Muara Enim yang  berlokasi di lingkungan  IV Rt 008 Rw 000 Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir  (OI) yang dilaksanakan oleh PT HKi (Hutama Karya Infrastruktur)  ternyata memunculkan berbagai permasalahan yang dialami oleh masyarakat. Baik yang rumahnya retak-retak, gangguan polusi udara, polusi suara  hingga pagar rumah rusak dan lainnya. Kondisi tersebut membuat warga dengan kuasa hukumnya akan menyetop atau menghentikan proses pembangunan jalan tol di lokasi tersebut.

Adanya langkah itu ditegaskan oleh Kuasa Hukum warga yakni Mujaddid Islam SH, MH, C.L.A didampingi Imam Al-Capry, SH, Yoga Handika, SH, Gery Andara, SH, Rudi Haika SH dan Randu Yantori, SH kesemuanya Advokat & Legal Auditor  pada Kantor AC.Ldvokat dan Legal Auditor, MUJADDID ISLAM LAW OFFICE Advokat & Legal Auditor & Legal Consultants yang beralamat beralamat di Jalan Guru-Guru, Km 35, Indralaya Raya, Indralaya, Ogan Ilir.

 

Para warga yang tempat tinggalkan terdampak oleh proses pembangunan jalan tol simpang Indralaya Muaraenim saat menggelar pertemuan yang dipimpin oleh Mujadid Islam SH, MH, C.L.A.

Mereka bertindak sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama; Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Tanggal 20 Oktober 2021  telah melaksanakan investigasi yang dilakukan dengan Komisi III DPRD Ogan Ilir di  Lingkungan IV Rt 008 Rw 000 Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir pada Tanggal 19 Oktober 2021. Mereka menemukan hal-hal seperti: Klien mereka  bernama Kamil Umar Esa adalah Penerima Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Jalan Tol Wilayah II Jalan Tol Simpang Inderalaya-Muara Enim 1 Daftar Nominatif  No : 12 Nama Pemilik : Kamil Umar Esa (Lampiran I) atas Tanah yang terletak di Keluran Indralaya Mulya (Samping LPMP Sumatera Selatan), berdasarkan Surat Keterangan Pengakuan Hak atas Tanah Tanggal 25 Februari 2000 yang diketahui oleh Kepala Desa Indralaya yang bernama Aliaman (Sekarang Kelurahan Indralaya Mulya). Bahwa berdasarkan Daftar Nominatif  No : 12 Nama Pemilik : Kamil Umar Esa, Luasan Tanah yang diganti atas Pengadaan Jalan Tol tersebut hanya seluas 372,504 M2,  Sedangkan Luasan Tanah Pemohon adalah seluas 525 M2, dengan batas-batas :

  • Sebelah Timur Berbatasan Dengan Tanah Paisol Sepanjang 35 M
  • Sebelah Barat Berbatasan Dengan Jalan Umum Sepanjang 35 M
  • Sebelah Utara Berbatasan Dengan Tanah H. Paimin Sepanjang 15 M
  • Sebelah Selatan Berbatasan Dengan Tanah Leko Abd Gani Sepanjang 15 M

 Dengan demikian Sisa Tanah yang belum diganti adalah seluas 152,494 M2;

Bahwa terhadap sisa Tanah tersebut, Klien Kami telah melakukan Pemagaran yang bertujuan untuk Tanda Batas-Batas Tanah yang belum diganti tersebut (Vide Lampiran III), Namun Secara Melawan Hukum Pihak PT Hutama Karya (Persero) telah melakukan aktifitas diatas Tanah a quo sampai dengan melakukan Pembongkaran Pagar tersebut tanpa ada pemberitahuan dan izin dari Klien Kami .

Pada saat pagar Klien Kami tersebut dibongkar oleh Pihak PT Hutama Karya (Persero), Klien Kami  “Dibentak-Bentak” oleh Pihak PT Hutama Karya (Persero), dan terus melakukan Pembongkaran terhadap Pagar tersebut.

 

Salah satu rumah warga yang mengalami keretakan dan dikhawatirkan akan roboh.

Kemudian klien mereka yang bernama Erwan, Historis , S,Kep,Ners, Nungcik. U, Tomy Irta,  Basir, , H. Muhammad Nasir, Alfarizi,  Ariansyah, Iwan Kurniawan dan Ustad Zuhaironi Yahya merupakan warga yang bertempat tinggal di Lingkungan IV, RT 008, RW 000, Kelurahan Indralaya Mulya, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, yang terdampak kerugian akibat Pekerjaan Jalan Tol Simpang Inderalaya-Muara Enim yang mana dapat dirincikan sebagai berikut : Mereka memngalami Keretakan rumah, polusi udara, polusi suara serta kecelakaan kerja yang mengakibatkan kerusakan di berbagai Rumah serta hilangnya akses jalan menuju Pasar Indralaya  Desa Tanjung Seteko.

Bahwa jelas dari uraian Peristiwa yang Kami sampaikan diatas, Pihak PT Hutama Karya (Persero) telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum, sehingga atas Hal tersebut Kami meminta Ganti Kerugian terhadap masing-masing Klien Kami.

Para advokat tersebut juga mengajukan somasi yang berisi : Apabila PT Hutama Karya (Persero) tidak mengkonfirmasi itikat baik untuk menyelesaikan Permasalahan ini, maka terhitung setelah 22 Oktober 2021, Kami akan melakukan Pemagaran terhadap Tanah Klien Kami dan Lokasi tersebut, dan tidak mengizinkan dilaksanakan Pembangunan dalam bentuk apapun sekitar Lokasi tersebut.

Anggota DPRD Ogan Ilir Sonedi Ariansyah, SSosI, SH.

Di tempat terpisah anggota DPRD OI, Sonedi Ariansyah S.SosI SH juga mendukung upaya warga untuk menghentikan proses pembangunan jalan tol tersebut karena sangat merugikan warga.  Menurut Sonedi, PT HKi seharusnya meresponkan keluhan dan penderitaan warga tersebut.

“Kita tak dapat membiarkan nantinya rumah warga roboh atau hal-hal lain yang bisa membahayakan jiwa mereka. Oleh karena itu kami mendukung upaya menghentikan proses pembangunan jalan tol itu hingga semua persoalan tersebut diselesaikan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak PT HK belum berhasil dihubungi. Warga tetap akan mengambil langkah untuk menghentikan pembangunan jalan tol itu hingga keluhan warga dipenuhi. 

Teks: Rel

Editor: Sarono PS

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait