Rp. 1 Juta per Hektar Bagi Petani Makmur 

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG, 24/12 /2019 | Program Desa Makmur Peduli Api menyasar puluhan petani di Desa Karya Mukti, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Ketua Kelompok Tani Desa Karya Mukti Casmadi, Selasa, mengatakan program yang dijalankan perusahaan perkebunan PT Sumber Hijau Permai ini telah berlangsung sejak 2016, dengan memberikan bantuan modal kerja Rp1 juta per hektare.

“Ada 43 petani yang memanfaatkan bantuan modal dari program DMPA ini. Yang jelas, kami sangat terbantu karena selama ini selalu pinjam ke tengkulak,” kata Casmadi yang dijumpai di kediamanannya, Selasa.

Ia mengatakan rata-rata petani mendapatkan bantuan pinjaman Rp2 juta karena memiliki lahan seluas 2 hektare.

Dana yang dipinjam tersebut kemudian dikelola oleh kelompok tani, sehingga saat ini jumlah petani yang menerima bantuan terus bertambah.

“Biasanya jika dipinjami Rp1 juta, maka pengembaliannya Rp1,2 juta, sehingga uang yang terkumpul bisa bantu yang lain,” kata dia.

Sekretaris Desa setempat Irman Supandi mengatakan bantuan modal kerja ini sangat membantu petani di desanya mengingat selama ini sangat tergantung dengan tengkulak.

Akibatnya, petani tidak memiliki posisi tawar ketika menjual beras karena sebagian besar modalnya berasal dari tengkulak itu.

Kini, petani dapat memanfaatkan pinjaman modal dari program DMPA tersebut untuk pembelian benih, pupuk dan pembasmi hama.

“Sejauh ini, hanya satu perusahaan yakni PT Sumber Hijau Permai yang peduli dengan kondisi petani di desa kami. Padahal di sini banyak perusahaan perkebunan lain, yang lain itu tunggu diminta,” kata dia.

CSR Officer PT Sumber Hijau Permai Andi Candra Putra mengatakan program DMPA yang dilaksanakan oleh perusahaannya bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat desa.

Selain itu, yang tak kalah penting yakni mendorong kemandirian dari warga desa agar dapat sejahtera secara finansial karena selain membantu modal pertani, perusahaan pemasok APP Sinar Mas ini juga menyalurkan bantuan alat kerja pada UMKM pembuatan kripik.

“Melalui program DMPA ini, diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dengan cara tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata dia.

Desa Karya Mukti memiliki 250 Kepala Keluarga dengan berprofesi sebagain besar sebagai petani sawah, pekebun karet dan sawit.

Di tengah harga karet yang jatuh sejak lima tahun lalu, pertanian padi dipandang warga setempat sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Pertanian sawah pasang surut “tabela” atau tabur benih langsung, dengan satu kali tanam masih menjadi pilihan warga setempat yang merupakan transmigran tahun 1993 ini

Dalam satu hektare, petani rata-rata mendapatkan 2 ton beras dengan harga Rp8.000/kg.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait