Saksi dan Kemenangan Paslon Pilkada 2020

Sebuah Catatan untuk Paslon yang Mau Menang

 

Oleh Supriadi, SP., MM
(Komisioner KPU Musi Rawas Periode 2014-2019)

Tanggal 9 Desember mendatang, sudah ditetapkan sebagai hari Pemilihan Kepala Daerah serentak untuk 270 daerah terdiri atas 9 Provinsi (Gubernur), 37 Kota (Walikota) dan 224 Kabupaten (Bupati).

Tentu saja, saat ini sudah mulai dilaksanakan pelatihan saksi oleh tim pemenangan pasangan calon Gubernur/Walikota/Bupati di semua daerah tersebut.

Setidaknya ada beberapa hal berikut yang bisa dijadikan acuan oleh Paslon dan atau tim pemenangan Paslon dalam melaksanakan rekrutmen saksi dan Pelatihan saksi.

Pertama, Paslon harus memahami bahwa saksi adalah asset yang penting bagi pemenangan. Saksi adalah garda terdepan pada hari pemilihan, dimana saksi adalah perwakilan paslon yang mengikuti proses pemilihan mulai dari KPPS membuka Tempat Pemungutan Suara (TPS) pukul 07.00 WIB sampai dengan Kegiatan pemungutan dan perhitungan suara berakhir, dengan perkiraan waktu sampai dengan pukul 17.00 (sesuai dengan jumlah Paslon dan jumlah pemilih yang hadir). Dengan kata lain setidaknya jam kerja saksi adalah berkisar 10 jam (2 jam lebih banyak dari waktu kerja normal).

Kedua, Selain sebagai asset, garda terdepan dalam proses pemilihan, saksi juga memiliki peran yang sangat penting dalam melihat, mengawasi, memastikan suara Paslon yang dipilih oleh pemilih sah dan masuk dalam formulir perhitungan.

Ketiga, Paslon harus memastikan bahwa saksi Paslon juga terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sehingga dapat memberikan hak suara di TPS tempat bertugas. Bukankah satu suara sangat berarti dalam pemilihan.

Keempat, setidaknya saksi memiliki kemampuan dasar dalam bidang baca, tulis, dan hitung. Membaca diperlukan untuk mengetahui tata cara pemungutan dan perhitungan suara, menulis diperlukan untuk membuat catatan khusus jika dalam proses pungut hitung diperoleh kejadian yang merugikan Paslon, serta pada akhirnya saksi harus bisa berhitung, berhitung berapa jumlah pemilih yang hadir apakah melebihi DPT plus dua koma lima persen serta perhitungan akhir suara apakah sama antara pemilih yang hadir di TPS dengan kertas suara yang digunakan serta berapa kertas suara yang rusak.

Kelima, tugas saksi bukan hanya memberi laporan lisan ke Paslon atau ke koordinator saksi di desa/kelurahan, tetapi saksi juga harus memastikan bahwa berita acara pemungutan dan perhitungan suara diisi dan terisi sesuai dengan hasil pemungutan dan perhitungan suara.

Lima hal diatas, tentu saja sudah dapat memberikan gambaran kepada kita semua bagaimana tugas dan tanggungjawab saksi Paslon. Tentunya harus menjadi beberapa catatan khusus oleh Paslon dan atau tim pemenangan calon untuk ‘memanusiakan’ saksi. Hal yang fatal terjadi ketika Paslon tidak ‘memanusiakan’ saksi antara lain; saksi hanya bekerja sekedarnya saja; saksi datang hanya untuk meminta berita acara perhitungan suara untuk bukti mengambil honor; saksi bisa menjadi “saksi Paslon lain” yang lebih “memanusiakan” saksi tersebut.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana Paslon dan atau tim pemenangan Paslon “memanusiakan” saksi. Berikut beberapa tips yang bisa dijadikan acuan bagi Paslon antara lain:

Pertama, berikan pelatihan saksi oleh tim yang profesional untuk saksi sehingga saksi benar-benar dapat mengerti dan memahami tugas dan fungsi saksi. Tim yang profesional ya, bukan tim yang “dicaplok” saja. Kebanyakan Paslon dengan alasan irit biaya, melakukan pelatihan saksi hanya sekedar saja (formalitas alias ecek-ecek) bahkan mungkin ada yang memanfaatkan “pembantu”nya untuk memberikan pelatihan saksi. Ini adalah keliru dan akan berakibat fatal untuk Paslon.

Kedua, Paslon harus menyiapkan pendamping saksi. Pendamping yang dimaksud adalah adanya koordinator saksi yang tugasnya bukan hanya menerima laporan saksi tetapi juga dapat memberikan solusi dari apa yang ditanyakan/dirasakan saksi pada saat berlangsungnya kegiatan pungut hitung di TPS. Jangan biarkan saksi sendiri, karena jika dibiarkan sendiri saksi akan menjadi “milik Paslon lain”.

Ketiga, Berikan honor yang besar untuk saksi. Honor adalah bagian yang terpenting untuk saksi, karena waktu yang digunakan oleh saksi. Mungkin ada saksi yang seharusnya mendapatkan upah dari pekerjaan nya satu hari tersebut sebesar Rp. 100.000,- atau lebih. Sehingga honor saksi harus lebih besar dari apa yang diperoleh saksi pada hari itu.

Keempat, siapkan reward/hadiah untuk saksi jika Paslon menang, tentu saja ini harus disampaikan dari hati ke hati oleh Paslon karena boleh jadi ini menjadi “temuan Bawaslu”.

Kelima, Paslon lebih baik siapkan Kemenangan dengan rasa syukur melalui pelaksanaan program kampanye sehingga jika Paslon sudah siap, kemenangan pun akan menghampiri.

Selamat ber-Pilkada, selamat ber-Demokrasi. Salam Yakin Usaha Sampai.

Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait