Sampah Menjadi Berkah

Kebun Organik, Pasar dan Pendidikan Lingkungan di Prabumulih

 

SWARNANEWS.CO.ID, PRABUMULIH | Keberadaan Kebun Edukasi Sarah yang berada di kelurahan Muntang Tapus Kota Prabumulih semakin memberi manfaat untuk warga sekitar. Bukan hanya karena menyediakan sayuran sehat, tetapi juga karena beragam kegiatan yang dapat diikuti warga. Di antaranya,  Sarah Sunday Market yang dilangsungkan setiap pagi dan sore hari Ahad, dan Pendidikan Dasar Konservasi Alam dan Lingkungan (Pasar Kalangan) pada hari Jumat.

Pada penyelenggaraan Sunday Market, para pengunjung dapat memanen sayuran segar yang mereka sukai, kemudian membawa pulang dengan harga sama dengan di pasar. Sebagian besar pengunjung terdiri dari ibu-ibu.

“Alhamdulillah, ibu-ibu semangat sekali memanen sayuran. Senang dan seru sekali. Bisa melihat sayuran yang hijau-hijau dan segar, bisa membeli sayur organik, bisa cabut sendiri di kebun. Seru, banget, yang tidak kalah penting, sekalian bisa bersilaturahmi dengan sesama warga,” ungkap Ling Ndirga yang aktif di Persatuan Wanita Pertamina (PWP) ketika berbelanja di  Sarah Sunday Market.

Lain halnya dengan kegiatan pendidikan lingkungan yang diadakan setiap hari Jumat. Selain dikunjungi pelajar dari sekolah-sekolah formal, Kebun Edukasi Sarah juga dikunjungi anak-anak yang diasuh komunitas. Di antaranya, komunitas Institut Ibu Profesional (IIP) wilayah Prabumulih.

Jumát kemarin, (7/11/2019), para ibu penggiat IIP meramaikan kegiatan pasar kalangan di Kebun Edukasi Sarah bertepatan dengan playdate yang menjadi kegiatan rutin bulanan IIP. Komunitas ini datang membawa 40 orang anak dengan usia 4 – 12 tahun untuk belajar pertanian organik.

Faurista Agustin Lestari, penggerak IIP Prabumulih mengaku senang dengan kegiatan ini. “Alhamdulillah, playdate teman-teman kecil IIP Prabumulih berjalan penuh kegembiraan. Mereka semangat dan antusias. Kegiatan ini memberi banyak ilmu bermanfaat,” ungkapnya.

“Bukan cuma kawan-kawan kecil yang mendapat ilmu, tetapi ibu-ibu juga mendapat pengetahuan yang bukan sekadar teori tetapi langsung praktek. Misalnya, membuat kompos dari sampah dapur, menyemai benih sayur, dan terakhir bisa ikut panen,” katanya sambil tersenyum.

Sampah Jadi Berkah
Kebun Edukasi Sarah merupakan bagian dari program Sampah Jadi Berkah (Sarah) yang digerakkan masyarakat yang didukung PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field, Institut Agroekologi Indonesia (INAgri), dan Pusat Daur Ulang (PDU) Kota Prabumulih. Sampah organik yang dipilah oleh warga yang ikut program ini diolah menjadi kompos yang digunakan sebagai penyubur tanaman budidaya di kebun ini.

Menurut Benny Hendarto, Prabumulih HSSE Assistant Manager Pertamina EP Asset 2 yang juga promotor program Sarah, mengatakan, sejak digagas, program ini (Sarah) memiliki ruang pengembangan yang sangat luas. Berbagai inovasi yang bermanfaat perlu terus dikembangkan. Untuk memperluas “keberkahan” program harus diperkuat pada ranah edukasi, terutama bagi kalangan pelajar.

“Dengan demikian dapat menumbuhkembangkan kesadaran peduli sampah dan menularkan aksi-aksi nyata dalam pemanfaatan sampah yang dimulai dari lingkungan kecil,”  ungkapnya.

Benny berharap program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat prabumulih, baik di bidang edukasi, penyediaan pangan sehat, maupun membangun lingkungan yang sehat. Program Sarah juga dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam hal pengurangan sampah di kota Prabumulih.

Sarah WoW!
Tim pengelola Kebun Edukasi Sarah berharap masih dapat memperluas penerima manfaat. Hal ini diungkapkan oleh Reka Agni Maharani, perancang kegiatan Kebun Edukasi Sarah mengatakan, masih banyak potensi yang bisa dikembangkan, terutama potensi untuk melibatkan banyak komunitas di kota Prabumulih.

Menurut Reka, mereka sedang mengembangkan konsep yang kita namakan Sarah Workshop on Weekend atau disingkat WoW!.

Bentuknya sebuah workshop per dua pekan yang digerakkan oleh komunitas perempuan. Dengan memakai kebun ini, para perempuan, baik ibu-ibu maupun remaja putri dapat berkumpul untuk berbagi dan bertukar pengetahuan seputar gaya hidup sehat selaras alam. Contohnya, meramu makanan pendamping ASI dari hasil pertanian organik, meracik minuman kesehatan berbahan herbal, membuat organic skin care sendiri, mendaur ulang minyak jelantah menjadi sabun, dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan, memasuki Januari tahun 2019, Sarah WoW dapat diselenggarakan,” terang Reka.

Kontributor : Syahroni Y
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait