Samsat Palembang II Diserbu Wajib Pajak

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Sejak adanya pemutihan sanksi administrasi denda pajak kendaraan dan pembebasan biaya balik nama yang di berlakukan Gubernur Sumsel, Herman Deru tanggal 1 Agustus 2020 kemarin.

Pemandangan di kantor pelayanan Samsat bersama Palembang II Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan dalam seminggu terakhir ini memang tidak seperti biasanya.

Pemohon wajib pajak di Samsat Palembang II Jakabaring mengantri sampai di luar kantor karena mereka memanfaatkan momen yang tidak setiap tahun nya. Seperti kantor yang berada di Komplek OPI Mall ini dipadati para pemohon atau wajib pajak.

Kasi Penetapan UPTB Samsat Palembang II, Ariswan menjelaskan, sejak awal di berlakukannya pemutihan sanksi denda administrasi pajak kendaraan roda dua maupun roda empat yang dimulai awal Agustus. Antusias wajib pajak sangat ramai mengurus dokumen kendaraannya yang telat.

“Ramai terus di Samsat Palembang II ini, kebanyakan mereka warga Palembang yang mengurus pajak tahunannya di sini. Jadi program dari Gubernur ini sangat membantu sekali buat masyarakat,” jelasnya kepada wartawan.

Sementara itu, Yazid seorang wajib pajak, menyatakan, bahwa program pemutihan pajak kendaraan ini sangat membantu sekali terhadap dirinya. Pasalnya, sangat membantu sekali.

“Motor Supra punya saya sudah nunggak empat tahun, kalau tidak ada pemutihan sangat mahal sekali bayarnya. Ini jelas membantu saya pribadi,” ungkap warga Pemulutan Ogan Ilir ini.

Ia menjelaskan, Alasan dirinya menunggak pajak selama empat tahun di karenakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hilang. Bahkan dirinya menyarankan agar program pemutihan pajak kendaraan ini berlangsung sampai akhir tahun 2020.

“Pajak motor nunggak 4 tahun karena KTP saya hilang. Adanya pemutihan ini sangat membantu, karena kalau tidak ada pemutihan tidak mungkin saya terbayar. Apalagi pencarian susah di zaman pandemi,” jelas pedagang ini.

“Bagusnya sampai akhir tahun, karena banyak yang nunggak karena alasan belum ada uang. Pelayanan di sini bagus dibanding dulu. Kalau dulu banyak calo, sekarang lebih tertib,” pungkasnya.

Teks : Iwan
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait