Satu Kata ‘Dongkrak’ Inovasi Desa Tanpa Malu & Takut

Irvan
(Aktivis Pemuda dan Wakil Ketua DPD Pemuda Tani HKTI Sumsel)

 

“Seribu Orang Tua Bisa Bermimpi,
Satu Orang Pemuda Bisa Mengubah Dunia”
(Ir. Soekarno – Bapak Pendiri Bangsa Presiden Pertama RI)

 

SWARNANEWS.CO.ID | Penggalan motivasi orang pertama dan nomor satu di Indonesia ini diharapkan mampu mengawali dan meneruskan semangat para pemuda untuk maju berjibaku dengan harapan dan tantangan memajukan negeri. Tak terkecuali dari desa-desa di seantero negeri yang masih banyak dipandang sebelah hati.

Pemuda sebagai penerus generasi harus disadari termasuk harta yang paling berharga yang dimiliki negara.

Negara pun harus memberikan ruang dan tempat untuk tumbuh dan berkembangnya pemuda dalam berbagai tempat dan wilayah.
Kutipan tersebut mendorong para pemuda untuk berusaha membangun kepribadian yang unggul dan betapa pentingnya pemuda dalam sebuah pembangunan bangsa dan dunia.

Orang tua dalam mengelola negara tentu mengikuti cara lama yang kurang berkembang, sedangkan dengan satu orang pemuda dapat mengubah wajah dunia, termasuk pemuda desa yang akan mengubah desa.

Kalimat Hikmah Presiden Pertama Rebuplik Indonesia Ir Soekarno mengatakan “Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun, “(Ir. Soekarno).

Dalam membangun sebuah desa pastinya akan ada sebuah tantangan dan hambatan dalam perjalanannya, maka dibutuhkan kepribadian yang tidak malu dan takut untuk kebaikan sebagai seorang pemuda dalam membangun negeri dan desa kelahirannya.

Pembangunan tidak terlepas dari dukungan berbagai komponen, termasuk peran pemuda dalam membangun desa. Kepedulian pemuda dalam membangun desa tidak lain untuk kemajuan bersama.

Peran pemuda desa sangat besar membangun desa dan bangsa, karena dari desa pemuda lahir menjadi generasi masa depan pemimpin bangsa. Pemuda yang siap merangkul siapapun tanpa membeda-bedakan dari kelas bawah sampai atas.

Kenyataan dalam sejarah tiap-tiap bangsa dunia, karena peran pemuda yang mampu membebaskan suatu bangsa yang tertindas. Pemuda menjadi pelopor, perintis, dan pembuat jalan menuju perbaikan nasib bangsa atau desa.

Partisipasi pemuda dalam membangun desa baik secara langsung maupun bersama dukungan masyarakat inilah yang akan menjadikan desa maju.

Pemuda tidak perlu merasa malu dan takut dalam membangun desa, walaupun desa yang dibangun masih jauh dari kata maju. Pemuda harus membuang rasa malu dan takut seperti yang disampaikan oleh Bung Karno untuk berbuat suatu kebaikan.

Kebaikan itu adalah perbuatan mulia terlebih membawa desa menjadi maju. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan oleh pemuda untuk membangun dan kemajuan desanya.

Kapasitas Pemuda Desa
Hari ini kenyataannya masih sedikit sekali para pemuda yang mau memikirkan desanya malah hanya memikirkan dirinya atau membangun surga untuk dirinya sendiri. Sangat disayangkan para pemuda di era teknologi ini justru banyak yang berperilaku cinta-cintaan, konsumerisme, hedonis dan apatis.

Para pemuda harus menyadari bahwa untuk membangun desa hakekatnya penuh dengan tantangan dan hambatan dan harus mendapat dukungan bersama.

Kesadaran pemuda pada kondisi sekarang dibutuhkan untuk membulatkan tekad, hati bergerak, dan bersatu membangun desanya. Oleh karena itu, perlu adanya komitmen dan keikhlasan dalam berjuang membangun desa terungkap kalimat Mutiara dari Wakil Presiden Pertama Rebuplik Indonesia mengatakan Saya percaya akan kebulatan hati pemuda Indonesia, yang percaya akan kesanggupanya berjuang dan menderita (Mohammad Hatta). Benar sekali kata-kata beliau bahwa pemuda pada kondisi sekarang perlu mempunyai integritas kebulatan tekad, dan hati untuk membangun desa.

Tanpa adanya tekad yang kuat dalam semangat membangun desa bisa dipastikan akan kalah dengan budaya individualis dan perkembangan teknologi yang telah melalaikan pemuda. Untuk itu, pemuda harus memupuk mental yang kuat untuk membangun desa yaitu siap berjuang dan menderita.

Saat ini para pemuda harus terus meningkatkan diri dalam keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan, maka hasilnya adalah pertumbuhan kapasitas pemuda desa semakin meningkat dan berkelanjutan. Berikut beberapa pikiran untuk meningkatkan kapasitas diri para pemuda desa.

Pertama, Mampu Mengambil Resiko. Para pemuda harus menerima tantangan dan keluar dari zona nyaman untuk mempelajari kehidupan masyarakat di desa. Kemudian belajar untuk senantiasa memperbaiki diri secara konsisten untuk mendapatkan keterampilan yang jauh lebih berkembang dari sebelumnya. Latihan dan perbaikan diri dengan menerima resiko apapun untuk membangun desa yang maju dan terdepan adalah sebuat tantangan yang luar biasa.

Kedua, Selalu Memperbaiki Diri. Potensi sebagai pemuda harus rendah hati dan senantiasa belajar untuk mendapatkan semua keahlian tambahan yang penting. Lakukan investasi dalam perbaikan diri dan jangan pernah merasa diri telah mengetahui segalanya. Para pemuda harus tetap focus mengidentifikasi kelemahan dan konsentrasi energi untuk mengatasi kelemahan agar dapat menjadi sebuah kekuatan untuk kemajuan di masa depan.

Ketiga, Berorientasi Masa Depan. Pemuda harus memiliki hasrat untuk mengeksplorasi masa depan dari sudut pandang yang objektif. Para pemuda mampu untuk melihat masa depan yang ingin dirasakan dan evaluasi jenis perbaikan yang perlu dilakukan untuk mencapai apa yang diinginkan tersebut. Cara seperti ini akan memberikan sebuah pedoman atau kompas untuk proses pertumbuhan yang perlu dilakukan dalam membangun desa.

Keempat, Memiliki Sikap Bertanggung Jawab. Pemuda harus memiliki sikap gigih dan konsisten dalam perbaikan diri serta bertanggung jawab atas kemajuan desa yang merupakan tanah kelahiran. Harus senantiasa melakukan evaluasi tentang apa yang diperlukan untuk memperbaiki diri dan belajar hal yang selama ini tidak diketahui. Perkembangan diri yang didapatkan adalah hasil dari keinginan dan komitmen untuk senantiasa memperbaiki diri.

Kelima, Jangan Pernah Merasa Pintar. Penting untuk terus merasa bodoh setiap saat agar dapat menyerap sebanyak mungkin pengetahuan dan keahlian.

Jangan malu dengan ketidaktahuan yang dimiliki dan terus penasaran akan sesuatu hal yang belum diketahui.Terlebih diharapkan para tetua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa lainnya.

Hal yang perlu dipahami di sini adalah perbaikan diri akan memicu kemampuan atau peningkatan kapasitas diri di masa depan yang terfokus membangun desa. Meskipun demikian jangan pernah berhenti untuk mengembangkan diri. Sebab diri ini tidak akan pernah tumbuh, jika berhenti melakukan perbaikan.

Dalam konteks peningkatan sumber daya diri, sebenarnya ada banyak sekali sumber pengetahuan yang bisa digunakan untuk meningkatkan kapasitas diri, mulai dari membaca buku, mendengarkan podcast, mengikuti seminar, atau mengikuti kelas pelatihan di bidang keterampilan teknis tertentu agar para pemuda lebih siap dalam membangun desanya, menjadi desa maju impian setiap penghuni desa.

Inovasi Desa Maju
Perubahan diri untuk lebih baik lagi sangat identik dengan sebuah kemajuan dan kemunduran. Sang pelopor perubahan terletak pada peran pemuda yang sering kali menjadi tokoh utama dan mampu berperang melakukan suatu perubahan.

Sudah saatnya pemuda menjadi lokomotif atau menjadi bagian rangkaian perubahan yang siap membawa perubahan untuk desanya agar menjadi masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupanya.

Peran pemuda dalam membangun desa harus mampu bersinergi dengan para tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa setempat.

Keberadaan sesepuh desa tidak menutup kemungkinan dapat menjadi penghambat gerakan pemuda desa jika tidak adanya sinkronisasi antara sesepuh desa dan pemudanya.

Untuk itu, diperlukan adanya pendekatan antara keduanya dengan memprioritaskan rasa memahami sehingga para sesepuh desa mampu paham dengan tujuan gerakan pemuda desa.

Dalam hal ini program pembangunan desa dengan cara menyusun perencanaan pembangunan desa sesuai dengan kewenangannya dengan mengacu pada perencanaan pembangunan Kabupaten/ Kota (Kementerian Desa, 2017).
Perencanaan dan pembangunan desa dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dengan melibatkan seluruh masyarakat Desa.

Dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan desa, pemerintah desa bisa didampingi oleh pemerintah daerah kabupaten/kota yang secara teknis dilaksanakan oleh satuan kerja perangkat daerah/kabupaten kota.

Untuk mengoordinasikan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program pembangunan desa, antara lain: pemeliharaan sarana dan prasarana yang menyangkut lingkungan sekitar desa yang meliputi jalan desa, saluran irigasi, drainase, lampu penerangan jalan, program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan sarana prasarana lingkungan lainnya yang sudah tercantum dalam Rencana Tahunan Desa atau yang disebut Rencana Kegiatan Pembangunan (RKP Desa) untuk jangka waktu 1 (satu tahun).
Selain itu, program inovasi desa lainnya meliputi: olahraga, kesehatan, agama dan sosial. Untuk bidang olahraga terdapat Sepak Bola, untuk bidang sosial terdapat Program Keluarga Harapan (PKH), Program Bantuan Bencana Alam dan Program Santunan Lansia.

Untuk bidang agama terdapat Program Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), serta untuk bidang kesehatan terdapat Program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Pos Pelayanan Terpadu Untuk Usia Diatas 15 Tahun (Posbindu), Program 52 Pos Lansia, Program Pos Ibu Hamil, dan Program Penyuluhan Kesehatan Remaja. Tentu banyak lagi program lainnya yang dapat dijadikan sebagai sarana membangun desa maju.

Program bidang ekonomi diantaranya Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Program Simpan Pinjam Kelompok Tani dalam bidang Keuangan Mikro, Agribisnis, dan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sarana perekonomian, baik untuk masyarakat maupun pemerintah desa. Prioritas pembangunan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan dan program pengembangan yang akan dilakukan.

Kegiatan pembangunan bidang kesenian dan kebudayaan diantaranya Program Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), peningkatan seni budaya lokal, kerajian dan lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan sarana dan prasarana untuk masyarakat desa dalam melestarikan kesenian dan kebudayaan yang ada.

Selain itu juga dapat membantu masyarakat dalam membantu mengembangkan kreativitas masyarakat dalam bidang seni dan budaya. Adapun prioritas 53 pembangunan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan dan program pengembangan yang akan dilakukan.

Peran pemuda dalam pelaksanaan program pembangunan peran aktif, biasanya lebih banyak pada bidang olahraga sepak bola dan bidang agama program PHBI, seni budaya program PHBN 17 Agustus, program santunan lansia dan PKH, bidang ekonomi, dan BUMDes, serta pada bidang kesehatan program posyandu, pos lansia, posbindu, PSN dan pos ibu hamil.

Upaya untuk meningkatkan peran pemuda dalam pelaksanaan program pembangunan desa yaitu, adanya komunikasi terbuka antara pemerintah desa dan pemuda, pembentukan forum pemuda, melibatkan pemuda desa dalam perencanaan pembangunan, serta penyediaan pelatihan dan lapangan kerja untuk pemuda.

Bagi pemuda dapat lebih aktif mencari informasi dan inisiatif melakukan kegiatan yang bisa membantu kemajuan desa tanpa harus didorong terlebih dahulu oleh pemerintah desa.

Kegiatan tersebut bisa meliputi kerja bakti lingkungan, melakukan kegiatan sosial, atau mengolah sumber daya dan potensi yang ada di desa menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Intinya, bahwa peran pemuda dalam membangun desa yang maju adalah membangun sinergi bersama perangkat desa, pemuda, tokoh, dan masyarakat yang mempunyai visi misi sama.

Oleh sebab pemuda harus bisa berperan fleksibel merangkul semua kompenen masyarakat untu ikut bergabung di kondisi sosial manapun. Menjadikan pemuda tersebut bisa mengerti kondisi mereka dan bisa mengajaknya ke tujuan visi misi membangun desa secara Bersama-sama.(*)

Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait