Selama Zona Merah Covid-19, Ketua PHRI: Cafe dan Resto Taati Aturan Pemerintah

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG – Kurangnya kesadaran pemilik tempat-tempat usaha hiburan seperti cafe dan resto di kota Palembang karena melanggar jam operasional yang sudah di tetapkan Walikota Palembang selama zona merah Covid-19. Sehingga menjadi sorotan semua kalangan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Asfiuddin menyikapi hal tersebut sangat menyayangkan. Seharusnya pemilik usaha cafe dan resto harus mentaati apa yang menjadi keputusan pemerintah demi kepentingan orang banyak.

“Makmano ini masalah masih banyak cafe dan resto yang melanggar jam operasional. Sedangkan imbauan ditetapkan Walikota sudah jelas selama zona merah di Palembang,” cetus Babe sapaan akrabnya kepada wartawan swarnanews, Minggu (16/5/2021).

Menurut Babe, Pemerintah Kota Palembang harus tegas dalam hal ini, mengingat semakin melonjaknya penyebaran Covid-19, apalagi saat ini Kota Palembang masih berada posisi zona merah.

“Mestinya Pemerintah dalam hal ini Sat Pol-PP, TNI, Polri tergabung dalam tim satgas harus menindak tegas setiap pelanggaran protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Palembang,” jelas dia.

“Sekarang ini budaya new normal sudah di terapkan di masyarakat namun kenyataannya masih banyak yang melanggar. Jika tidak diberikan sanksi tegas tentunya penyebaran Covid-19 akan bertambah meningkat,” lanjut Babe

Peningkatan Penyebaran di Hari Raya Idul Fitri Hari kedua lebaran Idul Fitri 1442 hijriah, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang per 14 Mei 2021, 18 kecamatan masih berstatus zona merah. Bahkan jumlah kasus terkonfirmasi Jumat (14/5) naik 56 kasus sehingga kasus terkonfirmasi hingga saat ini mencapai 11.360 kasus.

Sedangkan untuk angka kasus kesembuhan naik menjadi 34 atau 10.033 kasus. Dan meninggal bertambah 3 orang atau menjadi 501 yang meninggal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait