Selamat Jalan Mas Prapto, Sosok Ramah dan Inspirator

SWARNANEWS.COMID, PALEMBANG – Innalillahi wainnailahi roji’un telah meninggal dunia, salah satu wartawan senior Sumsel, Suprapto Ramadhan Bin Abdullah (49 tahun) di RSMH Palembang, Jumat (4/6) pagi. Almarhum yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris PWI Sumsel itu wafat pukul 10.00 WIB didampingi istri tercinta.

“Iya, Mas Prap meninggal dunia pagi ini jam 10.00 wib,” kata Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar.

Ia mengatakan sebelum meninggal dunia, kondisi Mas Prap tidak sadarkan diri dan masih menggunakan oksigen dirawat di RSMH bagian penyakit dalam.

“Pada Rabu (2/6) pagi, saat jadwal cuci darah, kondisi mata Mas Prapto tidak mau dibuka seperti sedang tidur. Setelah cuci darah kondisi drop dan akhirnya rawat di RSMH di IGD, kondisinya harus dibantu oksigen untuk pernapasan,” tutur Firko.

Sebelumnya, Mas Prapto setelah dirawat karena stroke menjelang lebaran, dan pulang ke rumah tanggal 25 Mei lalu. Kondisi Mas Prapto setelah terserang stroke, badan bagian kiri tidak bisa digerakkan dan tidak berasa, dua kali seminggu wajib cuci darah karena gagal ginjal. Penyebab gagal ginjal akibat konsumsi obat sakit asam urat hampir 15 tahun.

Almarhum lahir di Karang Melati, 25 Juli 1972 meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak.

Rencananya almarhum akan disemayamkan rumah duka Jalan Sukabangun 2, Lr Alamiah Perumahan Sukabangun Indah 2 Blok R 1 RT 56 Soak Simpur, Sukajaya, Kecamatan Sukarami dan akan dikebumikan di Pekuburan Soak Simpur KM 7, Jumat (4/6) sore.

Mas Prap adalah sosok yang ulet dan pantang menyerah, serta ramah pada siapa saja. Hal itu juga disampaikan salah satu jurnalis di Palembang, Reza Fahlevi ( I News TV).

“Saya pribadi sangat kehilangan sosok almarhum, beliau sangat baik dan ramah, mudah tersenyum kepada siapa saja,” jelasnya

Selain itu, kiprah sosok almarhum di dunia jurnalistik sangat diakui banyak teman-teman wartawan. Salah satunya Herwanto (Iwan)

“Saya banyak belajar jurnalistik dari Mas Prapto. Beliau itu sosok yang mau berbagi ilmu, baik. Saya bisa menulis seperti sekarang berkat didikan beliau. Mas Prap itu adalah sosok guru sekaligus inspirator,” kata dia.

Wartawan Sinar Sumsel dan Extranews itu sebelumnya juga pernah bekerja di radio, diantaranya Radio Atmajaya yang kini dikenal dengan Radio Sonora. Tak hanya mumpuni menulis naskah maupun berita, di bidang editing pun Mas Prap juga piawai mendesain. Bahkan ia juga ikut terlibat dalam penulisan buku Jejak Perjalanan Pers di Sumatera Selatan.

Selamat jalan Mas Prap. Semoga beristirahat dengan tenang. Amiin Ya Robbal Alamin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait