SMK PP Negeri Sembawa Kembangkan Melon di Greenhouse

SWARNANEWS.CO.ID, Banyuasin Selama ini, budidaya tanaman (bertani) hampir identik dengan kesan “kumuh” dan dikonotasikan sebagai pekerjaan yang kasar dan tidak membanggakan bagi sebagian besar generasi muda.

Contohnya saja mereka lebih bangga dan memilih menjadi pekerja bangunan misalnya setelah selesai menamatkan sekolah setingkat menengah atas. Para generasi penerus bangsa yang berkecimpung di dunia pertanian (wirausaha pertanian) semakin sedikit, petani Indonesia umumnya masih didominasi oleh generasi tua.

Tidak salah jika Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menggalakkan pendidikan vokasi pertanian dalam rangka meregenerasi petani tersebut.

Di tingkat SMK Pertanian di support program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) misalnya, ini sebagai salah satu bentuk pemerintah konsen untuk mencetak tenaga terampil pertanian yang siap menggantikan generasi petani tua setelah tamat dari pendidikan kejuruan pertanian tersebut.

Salah satu bentuk usaha SMK PP Negeri Sembawa untuk menumbuhkan image positif terhadap kesan kumuh dalam dunia pertanian (budidaya tanaman) tersebut adalah dengan membangun greenhouse untuk berbudidaya tanaman.

Bahwa bertani juga tidak harus kotor, tidak kumuh, dengan itu diharapkan akan tumbuh prestise (kebanggaan) bagi para sisiwa dalam bercocok tanam di dalam greenhouse dengan menggunakan sistem pengairan irigasi tetes otomatis.

Dalam rangka mendukung pembelajaran bagi peserta didik, SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PP N) Sembawa telah membangun 2 (dua) unit greenhouse yang masing-masing berukuran berbeda, 6 m x 10 m dan 10 m x 16 m.

Salah satu tanaman bernilai ekonomi tinggi dan lazim ditanam di dalam greenhouse adalah melon. Karena, jika ditanam di lahan (tanah) terbuka, melon sangat rentan terhadap pengaruh sinar matahari berlebih, hujan, embun pagi, kelembaban yang berlebihan serta hama dan penyakit, oleh karenanya akan lebih baik jika ditanam didalam greenhouse karena kondisi lingkungan yang diharapkan tanaman melon bisa diupayakan.

Budidaya melon di dalam greenhouse dilaksanakan oleh peserta didik kelas XI Program Studi (Prodi) Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) 1 dan 2 sebanyak 60 orang melalui mata pelajaran Budidaya Tanaman Hortikultura Semusim yang dibimbing oleh Bapak Soma Komarudin, SP dan didampingi oleh tenaga teknis lahan praktik Subandi, SP serta Muhammad Tasrip, A.Md.

 

Pengairan dilakukan dengan menggunakan irigasi tetes.Saluran instalasi irigasi tetes pun harus telah disiapkan, begitu juga instalasi ajir tanaman untuk menjalarnya tanaman tersebut keatas.

Tak kalah penting dari rangkaian persiapan tanam melon tersebut adalah nutrisi AB Mix irigasi tetes khusus melon sebagai unsur hara lengkap tanaman, air serta perangkat irigasi tetes lainnya seperti Alat pengukur nutrisi atau EC dan alat pengukur pH air atau pH meter serta Timer (pengatur waktu otomatis).

Pemeliharaan tanaman meliputi, pemberian Nutrisi AB-Mix setiap hari dengan takaran pekatan Umur 21-25 HSS 200-400 ppm, U 26-35 HSS 500-600 ppm, U 36-45 HSS 800-1.000 ppm, U 46-55 HSS 1.100-1.300 ppm dan U 56-75 HSS 1.400-1.850 ppm.

Merambatkan batang tanaman juga menjadi rutinitas, selain mewiwil cabang, mengendalikan hama dan penyakit serta seleksi buah di cabang ke 9 s.d. 13 dengan maksimal dipelihara 2 buah per batang tanaman. Tanaman melon sudah bisa dipanen pada umur 65 HST s.d. 80 HST. Budidaya melon tersebut telah dipanen dan menghasilkan 350 kg dengan harga jual per kilogram Rp.10.000-Rp.15.000.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar akan buah melon, kegiatan budidaya melon didalam greenhouse ini juga bermanfaat bagi peserta didik agar secara teknis mengetahui cara budidaya melon yang baik dan benar dan berorintasi hasil (produksi) serta keuntungan.

Kepala sekolah SMK PP Negeri Sembawa Ir. Mattobi’i, MP bercita-cita agar kedepan melon tersebut menjadi buah unggulan dan secara kontinyu dapat dilakukan dan dikembangkan baik teknis, luas tanam, produksi serta analisis benefitnya selalu diupayakan untuk terus-menerus ditingkatkan.

editor : Sarono ps

sumber : sripoku.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait