Stok Darah Menipis, RSMH Galang Pendonor dari Karyawan

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pada bulan Juni tepatnya tgl 14 Juni 2021, telah ditetapkan sebagai Hari Donor Darah Sedunia oleh organisasi Kesehatan Dunia WHO. Memperingati hari tersebut sekaligus mengatasi stok darah menipis, RSMH Palembang melakukan donor darah bagi karyawan.

Tahun ini, World Health Organization (WHO) mengusung tema “Give blood and keep the world beating” dengan tujuan agar masyarakat dunia memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya kesehatan mendonorkan darah.

Dijelaskan Suhaimi, Humas RSMH, Selasa (30/06/2021), unit Pelayanan Darah RSMH saat ini sudah mendapat sertifikat sebagai UTD pada tgl 17 Agustus 2020. Acara penggalangan donor darah untuk menggalang para pendonor yang merupakan pegawai RSMH. Sehingga ke depannya diharapkan akan mendonorkan darahnya secara rutin sebagai donor sukarela di UTD RSMH. “Untuk menjaga kecukupan stok darah kita. Perlu diketahui bahwa adanya donor sukarela merupakan salah satu indikator mutu sebuah UTD. Sementara jebutuhan darah kita adalah sekitar 120 ktg perhari atau 3600 kantong perbulan,” kata Suhaimi.

Suhaimi jg menjelaskan, kalau di saat Pandemi Covid-19, stok darah mengalami penurunan signifikan.

“Penurunan pemberian stok darah dari PMI bisa mencapai 60 sampai 70 persen saat awal pandemi lalu. Dan di tahun ini penurunan stok yang diberikan PMI mencapai 30 – 40 persen.”

Selama ini RSMH masih mengambil darah dari PMI kota Palembang. Dan sekitar 3 bulan terakhir ada memproduksi kantong darah mandiri dari donor pengganti. Dengan rata-rata donor pengganti 20 orang perhari.

Diakuinya, bahwa semenjak Pandemi, para pendonor masih kuatir datang ke fasilitas kesehatan untuk mendonorkan darahnya. Belum lagi, jika mendapat pendonor tidak semua lulus uji skrinning. Ada pendonor yg tidak sesuai kriteria skrinning donor darah. “Makanya stok darah RSMH kian menipis,” sambung Suhaimi.

Sementara itu, pada kegiatan Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di RSMH Palembang, Selasa (30/06/2021), Ketua Panitia dr. Eny Rahmawati, M.Sc, Sp.PK(K) dalam komentarnya mengharapkan, semoga dengan acara ini dapat menggalang donor sukarela yang akan mendonorkan darahnya secara rutin di UTD RSMH.

“Diharapkan lambat laun akan mengurangi ketergantungan stok darah dari tempat lain. Namun dengan keterbataasn jumlah tenaga yg ada, terus terang kami kesulitan untuk meningkatkan produktifitas UTD yaitu dengan mengurangi stok darah dari tempat lain dan memperbanyak aftap donor sendiri. Karena tidak akan maksimal. Dan berpotensi menimbulkan komplain baik dari pelanggan internal, maupun eksternal karena respon time yang lambat,” kata dr Eny. (*)

Teks: rilis
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait