Tegakkan Perda, Puluhan PKL Ditertibkan

PKL Merintih: “Dimana Kami Akan Berjualan”

SWARNANEWS.CO.ID.LAHAT I Penegakan Peraturan Daerah tentang Ketentraman, ketertiban, keindahan dan kebersihan Kota menuai pro dan kontra dari Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Kabupaten Lahat. Pasalnya para PKL yang berjualan di sepanjang jalan protokol tidak diperbolehkan kembali untuk berjualan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lahat dalam hal ini Sekretaris Daerah (Sekda) Lahat bersama Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam kebakaran telah melakukan penertiban terhadap PKL yang berada disepanjang jalan protokol dimana pedagang berjualan di badan jalan.

Dari hasil penertiban tersebut, ditemukan sebanyak 50 PKL melanggar dan tidak mengindahkan surat pemberitahuan agar tidak berjualan di badan jalan, sehingga pihak Pol-PP menyita barang-barang pedagang tersebut dan dijadikan barang bukti.

Kepala Dinas Pol-PP dan Damkar Kabupaten Lahat Fauzan Choiri Denin,AP.,MM menjelaskan, pihaknya bekerja sesuai dengan prosedur, siapapun pedagang yang berjualan di badan jalan maka akan ditindak dengan menyita barang dagangan mereka.

“Pada penertiban kemarin, kita menemukan beberapa pedagang yang melanggar, sehingga kita menyita barang dagangan mereka. Barang mereka bisa diambil kembali dengan syarat membuat surat pernyataan agar tidak berjualan kembali di badan jalan. Dan barang mereka tersebut tidak sama sekali kira rusak,” jelasnya.

Pihaknya juga hanya menjalankan tugas demi mewujudkan visi dan misi Bupati Lahat yakni Lahat Ber-Cahaya. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut tentunya harus memberikan ketenangan dan ketentraman bagi masyarakat Kabupaten Lahat.

“Jika ditinjau dari PKL, memang ini semua kejam. Namun jika dilihat dari segi kerja, kami menjalankan amanat dan kerja untuk menertibkan tata kota di Kabupaten Lahat yang kita cintai ini,” terangnya.

Bukan hanya menegakkan Perda dan mewujudkan cita-cita Bupati dan Wakil Bupati, penertiban ini tentunya untuk penilaian Adipura. Agar ke depannya Kabupaten Lahat kembali mendapatkan piala Adipura.

Disinggung mengenai bangunan yang melebihi izin, Fauzan mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti dinas perizinan, camat dan lurah.

“Kita telah koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait disini, dalam waktu dekat akan kita panggil pemilik bangunan serta mencari solusi yang terbaik,” tuturnya.

Terpisah, salah satu PKL yang berjualan di jalan protokol tepatnya di depan Hotel Cendrawasih Lahat mengutarakan kekesalannya terhadap tindakan yang diambil oleh pihak Pol-PP yang telah membongkar dan membawa barang dagangan nya.

“Dari dulu kita sudah berjualan disini dan baru ini kita ditertibkan. Barang-barang kita dibawa dan kita diharuskan untuk membuat surat pernyataan agar barang kita itu bisa diambil kembali,” tutur Yon.

Dirinya mengaku bahwa sebelumnya sudah ada surat himbauan yang dilayangkan kepadanya agar tidak lagi berjualan di tempat tersebut. Namun dirinya meminta kepada pihak pemerintah agar mencarikan solusi tempat mereka berjualan.

“Kita disuruh berjualan di pasar Kangkungan. Kalau kita berjualan disana siapa yang mau beli. Disana sepi pak, jadi kami mohon kepada pihak pemerintah agar mencarikan solusi yang tepat untuk kami berjualan,” pintanya. (*)

Teks : Jumra

Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait